Dari Demokrasi hingga Ketahanan Pangan, Tiga Langkah Bupati Deli Serdang Perkuat Pembangunan Daerah
Dari Demokrasi hingga Ketahanan Pangan, Tiga Langkah Bupati Deli Serdang Perkuat Pembangunan Daerah
Deli Serdang, infosumut.co — Penguatan demokrasi, kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu, hingga pengembangan sektor pertanian menjadi rangkaian agenda yang mewarnai aktivitas Pemerintah Kabupaten Deli Serdang pada Jumat (25/9/2026).
Dalam satu hari, Bupati Deli Serdang, H. Asri Ludin Tambunan, menjalankan sejumlah agenda yang memperlihatkan tiga sisi pembangunan daerah: memperkuat tata kelola demokrasi bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU), memastikan zakat aparatur sipil negara (ASN) memberi manfaat nyata bagi masyarakat, serta mendorong diversifikasi komoditas pertanian melalui pengembangan bawang merah di Kecamatan Namorambe.
Memperkuat Demokrasi Bersama KPU
Di tengah upaya memperkuat partisipasi masyarakat dalam kehidupan demokrasi, Pemerintah Kabupaten Deli Serdang menegaskan komitmennya untuk membangun sinergi dengan KPU Kabupaten Deli Serdang.
Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama mengenai sinergitas penguatan demokrasi serta pelaksanaan tugas dan fungsi dalam masa tahapan maupun non-tahapan pemilu dan pemilihan di Kabupaten Deli Serdang.
Bupati Asri Ludin mengatakan pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan terhadap program-program penguatan demokrasi yang dilaksanakan KPU.
Termasuk terkait dukungan anggaran, pemerintah daerah akan berupaya mengakomodasi kebutuhan yang telah diusulkan.
“Untuk dukungan, tentunya kita akan berikan. Terkait hibah yang sudah diusulkan, jika belum dapat diakomodasi melalui Perubahan APBD, akan kita upayakan dalam penganggaran tahun depan. Kita juga akan terus berdiskusi dengan KPU terkait program-program yang perlu diperkuat,” ujar Bupati.
Ketua KPU Deli Serdang, Relis Yanthy Panjaitan, mengatakan pihaknya sebelumnya bersama Kesbangpol telah melaksanakan berbagai sosialisasi mengenai pemilu dan demokrasi.
Program tersebut, termasuk pendidikan bagi pemilih pemula, akan terus dilanjutkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap demokrasi dan kepemiluan.
Ia berharap kegiatan sosialisasi dan pendidikan demokrasi tersebut terus memperoleh dukungan dari Pemerintah Kabupaten Deli Serdang.
“Penguatan demokrasi ini akan terus kita lanjutkan, termasuk pendidikan bagi pemilih pemula,” katanya.
Penandatanganan kesepakatan tersebut turut disaksikan Inspektur Kabupaten Deli Serdang bersama jajaran pimpinan perangkat daerah dan jajaran KPU Deli Serdang.

Zakat ASN Hadirkan Rumah Layak bagi Nek Ngateni
Dari penguatan demokrasi, perhatian pemerintah daerah berlanjut pada persoalan sosial masyarakat.
Di Desa Sudi Rejo, Kecamatan Namorambe, sebuah rumah layak huni mulai dibangun untuk Nek Ngateni, warga lanjut usia yang selama ini membutuhkan hunian yang lebih aman dan nyaman.
Pembangunan rumah tersebut dibiayai melalui zakat ASN Muslim di lingkungan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang yang dikelola Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Deli Serdang.
Peletakan batu pertama dilakukan langsung oleh Bupati Deli Serdang bersama Kepala Baznas Deli Serdang, H. Surya Putra.
https://infosumut.co/berita-bpk-sumut-festival-moon-cake-deli-serdang-jadi-ruang-merajut-kebersamaan
Menariknya, pembangunan rumah tersebut ditargetkan rampung hanya dalam waktu 25 hari. Pengerjaannya juga melibatkan masyarakat sekitar sehingga manfaat program tidak hanya dirasakan oleh penerima bantuan, tetapi turut membuka kesempatan kerja bagi warga setempat.
“Ini dananya dari para ASN beragama muslim. Doakan mereka sehat selalu dan semoga rumah ini menjadi berkah, bukan hanya untuk nenek sekeluarga, tapi juga para ASN ya,” ujar Bupati.
Bupati juga meminta masyarakat yang terlibat dalam pengerjaan rumah tersebut memberikan hasil terbaik bagi penerima manfaat.
“Bapak-bapak bisa bekerja dengan baik dan buatlah yang terbaik untuk tetangganya,” pesannya.
Kepala Baznas Deli Serdang, H. Surya Putra, mengatakan program bedah rumah melalui zakat ASN akan terus dilakukan. Tahun ini, sedikitnya tujuh rumah ditargetkan mendapatkan bantuan, dengan prioritas masyarakat yang berada pada desil satu dan dua.
Bagi Nek Ngateni, bantuan tersebut bukan sekadar pembangunan sebuah rumah, tetapi juga memberikan rasa aman setelah bertahun-tahun menghadapi kondisi hunian yang kurang layak.
“Alhamdulillah, terima kasih kepada semua pegawai. Semoga rumah ini berkah buat kami sekeluarga dan gak takut bocor lagi,” ucapnya.

Namorambe Mulai Kembangkan Bawang Merah
Pada hari yang sama, Pemerintah Kabupaten Deli Serdang juga mendorong penguatan sektor pertanian melalui pengembangan komoditas bawang merah.
Penanaman perdana dilakukan Bupati Asri Ludin Tambunan bersama Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Jati Kesuma Jaya di Dusun I, Desa Jati Kesuma, Kecamatan Namorambe.
Sebanyak dua ton bibit bawang merah ditanam di lahan seluas satu hektare dengan target produksi mencapai 10–13 ton per hektare.
Bupati meminta Dinas Pertanian dan para penyuluh tidak berhenti pada pemberian teori atau penyuluhan, tetapi hadir langsung mendampingi petani sejak masa tanam hingga panen.
“Targetnya akhir Desember harus menghasilkan 10 sampai 13 ton. Saya minta penyuluh dan Dinas Pertanian aktif turun ke lapangan, bukan sekadar memberikan penyuluhan lewat kata-kata atau teori, tapi terjun langsung sehingga bisa melihat masalah yang ditemukan,” tegasnya.
Menurut Bupati, pendampingan langsung menjadi penting karena persoalan pertanian di lapangan tidak selalu dapat diselesaikan hanya melalui teori. Kondisi lahan, pengairan, hama, hingga teknik budidaya membutuhkan perhatian secara langsung.
https://infosumut.co/berita-jampidsus-periksa-enam-saksi-dalam-tiga-perkara-dugaan-korupsi
Persoalan infrastruktur pendukung pertanian juga menjadi perhatian. Bupati meminta kebutuhan drainase dan parit terlebih dahulu dipastikan agar aliran air menuju lahan tetap lancar.
Sementara usulan perbaikan jalan menuju kawasan pertanian akan dikaji Bappeda sesuai kewenangan perangkat daerah terkait.
Kepala Dinas Pertanian Deli Serdang, Elina Sari, menjelaskan budidaya bawang merah kali ini dilakukan tanpa menggunakan mulsa. Metode tersebut mengacu pada praktik budidaya bawang merah yang diterapkan di sentra produksi Brebes.
“Kali ini tidak pakai mulsa. Kita ingin mencontoh Brebes. Mudah-mudahan hasilnya sesuai dengan yang diharapkan,” jelasnya.
Tak hanya menyediakan bibit dan pupuk, Pemerintah Kabupaten Deli Serdang juga memberikan dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan) melalui APBD, berupa traktor roda dua dan cultivator.
Alsintan tersebut nantinya ditempatkan di kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) sehingga dapat dimanfaatkan petani melalui mekanisme peminjaman secara gratis.
Perwakilan Gapoktan Jati Kesuma Jaya menyambut baik dukungan tersebut. Para petani juga berharap pemerintah dapat membuka kesempatan bagi mereka untuk melakukan studi tiru ke daerah yang telah berhasil mengembangkan komoditas bawang merah.
“Alhamdulillah, bantuannya sudah diterima. Kami harap terus diberikan pengetahuan agar hasil panennya sesuai,” ujar salah seorang petani.
Tiga Agenda, Satu Arah Pembangunan
Rangkaian kegiatan Bupati Deli Serdang pada Jumat tersebut memperlihatkan bagaimana pembangunan daerah tidak hanya berbicara mengenai pembangunan fisik.
Penguatan demokrasi diarahkan untuk membangun partisipasi dan kesadaran masyarakat. Program zakat ASN menunjukkan bagaimana kolaborasi pemerintah, Baznas dan aparatur dapat diterjemahkan menjadi manfaat langsung bagi masyarakat. Sementara pengembangan bawang merah menjadi bagian dari upaya memperkuat produktivitas pertanian dan membuka peluang ekonomi baru bagi petani.
Dari ruang demokrasi hingga rumah warga, kemudian berlanjut ke lahan pertanian, ketiga agenda tersebut memiliki benang merah yang sama: membangun Deli Serdang melalui kolaborasi dan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. (*).
Komentar via Facebook