Tak Sekadar Sibuk, Mahasiswa USU Miftahussakdan Buktikan Pentingnya Manajemen Waktu dan Kolaborasi

Tak Sekadar Sibuk, Mahasiswa USU Miftahussakdan Buktikan Pentingnya Manajemen Waktu dan Kolaborasi

Tak Sekadar Sibuk, Mahasiswa USU Miftahussakdan Buktikan Pentingnya Manajemen Waktu dan Kolaborasi

Medan, infosumut.co — Kuliah, riset ilmiah, organisasi, pengabdian masyarakat, hingga magang dijalani secara bersamaan oleh Miftahussakdan, mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara (USU). Di tengah padatnya aktivitas, ia mengandalkan manajemen waktu, skala prioritas, dan kolaborasi untuk memastikan setiap tanggung jawab tetap berjalan.

Kesibukan Sakdan, sapaan akrabnya, mencakup berbagai bidang, mulai dari kebahasaan dan lingkungan hingga kesehatan masyarakat. Sebagai Juara 1 Duta Bahasa Sumatera Utara, ia aktif dalam forum diskusi, penyampaian materi, serta kegiatan literasi dan pelestarian bahasa.

Kepeduliannya terhadap lingkungan diwujudkan melalui komunitas SavEnvironment. Bersama tim, ia turut menginisiasi berbagai kegiatan, mulai dari pengelolaan sampah dan pembuatan eco-enzyme hingga pameran seni ramah lingkungan.

Di bidang akademik, Sakdan juga membantu penelitian dosen mengenai pengembangan larvasida alami berbahan biji jarak dan biji cabai merah untuk mengendalikan jentik nyamuk Aedes aegypti di kawasan Deli Tua. Pada saat yang sama, ia menjalani magang jarak jauh sebagai Class Manager di sebuah perusahaan.

Bagi Sakdan, menjalankan banyak aktivitas bukan semata-mata soal kesibukan, melainkan kemampuan mengatur waktu dan menentukan hal yang harus didahulukan. Perkuliahan dan riset ditempatkannya sebagai prioritas utama, sedangkan kegiatan lain disesuaikan dengan tingkat urgensi serta fleksibilitas jadwal.

Ia memanfaatkan kalender untuk mencatat agenda, mengantisipasi jadwal yang terlewat, dan menjaga komitmen terhadap setiap kegiatan.

“Aku tuh orangnya terbiasa kerja efisien aja. Karena sadar sering lupa jadwal, ya kunci utamanya ada di pencatatan kalender dan tahu kapan harus bilang bisa atau enggak,” ungkap Sakdan.

Selain pengaturan waktu, pembagian tanggung jawab menjadi kunci dalam menjaga keberlangsungan aktivitasnya. Di SavEnvironment, kolaborasi antarangggota membantu membagi pekerjaan agar program tetap berjalan tanpa membebankan seluruh tanggung jawab kepada satu orang.

Fleksibilitas magang jarak jauh juga dimanfaatkannya untuk menyesuaikan pekerjaan dengan agenda akademik dan organisasi. Dengan cara tersebut, ia berupaya menjaga keseimbangan antara pendidikan, pengalaman profesional, dan kontribusi sosial.

Sakdan menilai, keberanian mengambil peluang harus disertai perencanaan yang matang serta kesiapan menghadapi tantangan bersama. Menurutnya, keterbatasan dana dan persoalan operasional bukan alasan untuk menghentikan gagasan yang berpotensi memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Ketika ada ide dan peluang dampak yang nyata bagi masyarakat, melangkah saja dulu dengan perencanaan yang matang. Tantangan dana dan operasional selalu bisa dicari solusinya bersama tim,” ujarnya.

Pengalaman Miftahussakdan menunjukkan bahwa produktivitas tidak selalu ditentukan oleh banyaknya aktivitas yang dijalani, tetapi juga oleh kemampuan mengelola prioritas, membangun kerja sama, dan memahami batas kemampuan diri.

Di tengah tuntutan akademik dan berbagai kegiatan di luar kampus, kedisiplinan mengatur jadwal dan kemauan berkolaborasi menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi diri sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. (*).