Sempat Memanas, Kadisdik Deli Serdang AF Sukri Redam Ketegangan Aksi Cipayung Plus

Sempat Memanas, Kadisdik Deli Serdang AF Sukri Redam Ketegangan Aksi Cipayung Plus

Sempat Memanas, Kadisdik Deli Serdang AF Sukri Redam Ketegangan Aksi Cipayung Plus

Lubuk Pakam, infosumut.co — Aksi damai Cipayung Plus Deli Serdang di Kantor Bupati Deli Serdang, Rabu (28/10/2026), sempat diwarnai ketegangan saat mahasiswa menyampaikan aspirasi terkait transparansi anggaran, penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga sejumlah persoalan pelayanan publik.

Situasi yang sempat memanas tersebut akhirnya dapat diredam. Kepala Dinas Pendidikan Deli Serdang, AF Sukri, melalui penyampaiannya dalam forum penerimaan aspirasi mampu menenangkan dinamika di lokasi sehingga kegiatan kembali terkendali dan berakhir tanpa tindakan anarkis.

Aksi yang berlangsung pukul 15.10 hingga 17.00 WIB itu diikuti sekitar 40 orang. Massa meminta Pemerintah Kabupaten Deli Serdang memberikan penjelasan terbuka mengenai berbagai kebijakan yang dinilai perlu mendapat perhatian publik.

Salah satu tuntutan utama berkaitan dengan pergeseran anggaran sekitar Rp503 miliar. Massa mendesak pemerintah daerah membuka informasi mengenai dasar hukum, rincian program, sumber pembiayaan, lokasi kegiatan, pelaksana, hingga realisasi anggaran tersebut.

Selain itu, mahasiswa menyoroti penanganan karhutla, prioritas belanja APBD untuk pendidikan dan kesehatan, pembangunan infrastruktur dasar, penggunaan anggaran daerah untuk pembenahan jalan nasional Kuala Namu, serta audit dan evaluasi program pemerintah, termasuk program “Ibu Jelita”.

Persoalan hak tenaga pendidik PPPK paruh waktu dan dugaan keracunan santri dalam rangkaian kegiatan Hari Santri Nasional juga menjadi bagian dari aspirasi yang disampaikan.

AF Sukri Redam Gejolak di Lokasi Aksi

Pada pukul 16.15 WIB, massa diterima oleh pihak Inspektorat Kabupaten Deli Serdang dengan didampingi Kepala Dinas Pendidikan, AF Sukri, serta unsur kepolisian.

Namun, suasana dialog sempat memanas setelah pernyataan dari pihak Inspektorat dinilai bernada tendensius oleh peserta aksi. Kondisi itu memicu keberatan dari massa dan meningkatkan ketegangan dalam proses penyampaian aspirasi.

Di tengah situasi tersebut, AF Sukri melalui sambutannya berupaya meredam gejolak dan menjaga komunikasi agar tetap terkendali. Pendekatan tersebut membantu menenangkan suasana sehingga dialog dapat dilanjutkan tanpa berkembang menjadi kericuhan yang lebih luas.

Sementara itu, permintaan massa agar Bupati Deli Serdang hadir secara langsung tidak dapat dipenuhi karena kepala daerah disebut sedang menjalankan kegiatan lain.

Pemkab Berikan Penjelasan atas Sejumlah Tuntutan

Dalam dialog tersebut, Dinas Pendidikan menjelaskan bahwa pembiayaan gaji PPPK paruh waktu bersumber dari Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOS) sesuai ketentuan yang berlaku. Bagi tenaga pendidik yang telah tersertifikasi, pembayaran hak disesuaikan dengan aturan terkait.

Mengenai pemotongan pajak penghasilan, dijelaskan bahwa pemungutan dilakukan berdasarkan ketentuan perpajakan dengan besaran menyesuaikan golongan dan penghasilan masing-masing.

Terkait dugaan gangguan kesehatan atau keracunan santri di wilayah Percut Sei Tuan dalam kegiatan Hari Santri Nasional tingkat Provinsi Sumatera Utara yang menjadikan Deli Serdang sebagai tuan rumah, persoalan tersebut masih memerlukan penjelasan dan pemeriksaan lebih lanjut.

Adapun mengenai pergeseran anggaran, pihak Pemkab menyampaikan bahwa prosesnya dilaksanakan berdasarkan ketentuan yang berlaku dan dilaporkan kepada Kementerian Dalam Negeri. Pemerintah daerah juga menyatakan tidak terdapat persoalan dalam proses tersebut serta membuka ruang bagi masyarakat untuk menilai kinerja pemerintahan.

Meski demikian, sejumlah tuntutan mahasiswa, terutama terkait keterbukaan rincian anggaran dan evaluasi program, tetap menjadi persoalan yang memerlukan penjelasan serta tindak lanjut sesuai kewenangan masing-masing instansi.

Aspirasi Diserahkan Secara Tertulis

Menjelang akhir kegiatan, massa menyerahkan dokumen pernyataan sikap dan tuntutan secara tertulis kepada perwakilan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang. Dokumen tersebut diterima dan ditandatangani oleh perwakilan Pemkab.

Aksi kemudian ditutup dengan doa. Sekitar pukul 17.00 WIB, seluruh peserta membubarkan diri secara tertib dan damai.

Pengamanan dilakukan oleh personel Polres Deli Serdang, Polsek Lubuk Pakam, dan Satpol PP Kabupaten Deli Serdang. Pemantauan serta koordinasi antarpihak juga dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan eskalasi selama penyampaian aspirasi.

Aksi Cipayung Plus tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyuarakan berbagai persoalan publik, sekaligus menguji respons pemerintah daerah terhadap tuntutan transparansi, akuntabilitas anggaran, dan pemenuhan hak masyarakat.

Redanya ketegangan di lokasi membuat penyampaian aspirasi dapat diselesaikan tanpa tindakan anarkis. Selanjutnya, perhatian tertuju pada tindak lanjut pemerintah terhadap tuntutan yang telah diserahkan secara resmi. (*).