RS Apung Laksamana Malahayati Sandar di Pelabuhan Sibolga, Layani Korban Banjir dan Longsor

RS Apung Laksamana Malahayati Sandar di Pelabuhan Sibolga, Layani Korban Banjir dan Longsor

RS Apung Laksamana Malahayati Sandar di Pelabuhan Sibolga, Layani Korban Banjir dan Longsor

Keterangan Foto: Kapal Rumah Sakit (RS) Apung Laksamana Malahayati saat bersandar di Pelabuhan Sibolga, Jumat (23/1/2026), memberikan layanan kesehatan gratis bagi warga terdampak banjir dan longsor di wilayah Sibolga dan Tapanuli Tengah.

Sibolga, infosumut.co — Kapal Rumah Sakit (RS) Apung Laksamana Malahayati bersandar di Pelabuhan Sibolga, Jumat (23 Januari 2026).

Kehadiran kapal ini mengemban misi kemanusiaan dengan memberikan layanan kesehatan gratis, khususnya bagi masyarakat yang terdampak bencana banjir dan longsor di wilayah Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).

RS Apung Laksamana Malahayati dilengkapi dengan tenaga medis profesional, termasuk dokter-dokter spesialis, guna memastikan pelayanan kesehatan optimal bagi warga yang membutuhkan perawatan pascabencana.

General Manager Pelabuhan Sibolga, Muhammad Ikhlas, menyampaikan bahwa Pelabuhan Sibolga tidak hanya berfungsi sebagai pintu gerbang perekonomian daerah, tetapi juga berperan strategis sebagai pusat distribusi bantuan kemanusiaan pascabencana banjir dan longsor.

“Pelabuhan Sibolga siap sepenuhnya mendukung percepatan distribusi bantuan, mulai dari bahan makanan, alat berat, hingga fasilitas kesehatan seperti Kapal Rumah Sakit Apung,” ujar Muhammad Ikhlas.

Menurutnya, sandarnya RS Apung Laksamana Malahayati menjadi bukti nyata bahwa Pelabuhan Sibolga memiliki peran penting dalam mendukung respons cepat penanganan bencana, terutama di wilayah pesisir dan daerah terdampak sulit akses.

Sementara itu, PT Pelindo terus berkomitmen untuk menjalin koordinasi dengan berbagai pihak guna mendukung proses pemulihan dan rehabilitasi di wilayah Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah.

Dengan kehadiran RS Apung ini, diharapkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana dapat berjalan lebih maksimal dan membantu mempercepat pemulihan kondisi sosial serta kesehatan masyarakat setempat. (uki).