PTAR Kembangkan Martabe Farm, Dorong Ketahanan Pangan dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat
PTAR Kembangkan Martabe Farm, Dorong Ketahanan Pangan dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat
Keterangan Foto: Senior Supervisor Agriculture Development PT Agincourt Resources, Minhajul Abidin, bersama Supervisor Martabe Goat Farm Indra dan Supervisor Martabe Chicken Farm Habib saat meninjau pengelolaan peternakan kambing Boerka dan ayam petelur di Martabe Farm, Desa Napa, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan.
Tapsel, infosumut.co – PT Agincourt Resources (PTAR) terus memperkuat komitmennya dalam memberdayakan masyarakat di sekitar wilayah operasional Tambang Emas Martabe melalui program Martabe Social Enterprise. Salah satu program unggulan yang kini dikembangkan adalah pembangunan unit usaha peternakan kambing Boerka dan ayam petelur yang dikelola bersama para pemuda lingkar tambang.
Program tersebut diwujudkan melalui pengembangan Martabe Goat Farm dan Martabe Chicken Farm di Desa Napa, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan. Kehadiran kedua unit usaha ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat.
Dalam kunjungan awak media ke lokasi, terlihat para pemuda binaan PTAR mengelola peternakan secara profesional, mulai dari penyediaan pakan, perawatan kandang, pemantauan kesehatan ternak, hingga pengelolaan administrasi dan keuangan usaha.
Senior Supervisor Agriculture Development PT Agincourt Resources, Minhajul Abidin, mengatakan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya perusahaan mendorong lahirnya usaha-usaha produktif berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.
Sementara itu, Supervisor Martabe Goat Farm, Indra, menjelaskan bahwa pengembangan kambing Boerka dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan daging kambing di wilayah Batang Toru yang selama ini masih bergantung pada pasokan dari luar daerah.
"Kambing Boerka merupakan hasil persilangan kambing Boer dan Kacang yang memiliki produktivitas daging dua hingga tiga kali lebih tinggi dibandingkan kambing lokal," ujarnya.
Saat ini, Martabe Goat Farm memiliki sekitar 88 ekor kambing, terdiri atas 8 pejantan dan 80 indukan betina yang didatangkan pada akhir Desember 2025. Populasi tersebut masih dalam tahap pengembangan sehingga belum dipasarkan secara luas.
"Perlu waktu sekitar satu setengah tahun hingga anakan kambing siap dijual," tambah Indra.
Selain peternakan kambing, PTAR juga mengembangkan Martabe Chicken Farm yang kini membudidayakan sekitar 1.300 ekor ayam petelur dengan produksi mendekati 1.100 butir telur per hari.
Supervisor Martabe Chicken Farm, Habib, mengatakan bahwa produk telur dari peternakan tersebut mendapat respons positif dari pasar.
"Produksi telur kami bahkan sudah memiliki daftar tunggu sekitar 3.000 butir per hari karena tingginya permintaan masyarakat," katanya.
Untuk memenuhi kebutuhan pasar, PTAR berencana menambah sekitar 600 ekor ayam petelur pada tahun ini sehingga kapasitas kandang yang mampu menampung hingga 2.000 ekor dapat dimanfaatkan secara optimal.
Dalam empat tahun ke depan, perusahaan menargetkan populasi ayam petelur di Martabe Chicken Farm mencapai 10.000 ekor, sehingga Batang Toru diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu sentra produksi telur di Kabupaten Tapanuli Selatan.
Selain sektor peternakan, program Martabe Social Enterprise juga mengembangkan usaha budidaya dan pengolahan cokelat sebagai bagian dari diversifikasi ekonomi masyarakat di sekitar wilayah tambang.
Melalui berbagai program pemberdayaan tersebut, PT Agincourt Resources berharap dapat menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus mendukung ketahanan pangan yang berkelanjutan di Tapanuli Selatan. (*).
Komentar via Facebook