BI Sibolga Hadirkan Parade Agrobudaya di Festival Tao Toba Jou-Jou 2026, Angkat Potensi Pertanian dan Budaya Samosir
BI Sibolga Hadirkan Parade Agrobudaya di Festival Tao Toba Jou-Jou 2026, Angkat Potensi Pertanian dan Budaya Samosir
Keterangan Foto: Parade Agrobudaya dalam rangka Festival Tao Toba Jou-Jou 2026 di Waterfront Pangururan, Kabupaten Samosir, Kamis (6/8/2026).
Samosir, infosumut.co – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Sibolga kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan sektor pertanian, pariwisata, dan budaya. Hal tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Parade Agrobudaya sebagai salah satu agenda utama Festival Tao Toba Jou-Jou 2026 di Waterfront Pangururan, Kabupaten Samosir, Kamis (6/8/2026).
Parade Agrobudaya menjadi ruang kolaborasi antara kekayaan hasil pertanian dan warisan budaya Batak. Sebanyak sembilan tim dari sembilan kecamatan di Kabupaten Samosir menampilkan kendaraan hias, kostum tradisional, atraksi seni, serta berbagai komoditas unggulan daerah seperti bawang merah, kentang, cabai, beras merah, dan kopi.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat identitas daerah sekaligus meningkatkan nilai tambah produk lokal.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sibolga, Riza Putra, mengatakan Parade Agrobudaya bukan sekadar pertunjukan budaya, tetapi menjadi strategi untuk memperkenalkan potensi ekonomi Kabupaten Samosir kepada masyarakat luas.
"Parade Agrobudaya kami hadirkan sebagai ruang yang mempertemukan pertanian, budaya, dan ekonomi kreatif. Harapannya, komoditas unggulan Samosir semakin dikenal, memiliki nilai tambah, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pariwisata dan UMKM."
Menurut Riza Putra, pelestarian budaya harus berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, Festival Tao Toba Jou-Jou dirancang sebagai ajang yang mampu menggerakkan berbagai sektor ekonomi, mulai dari petani, pelaku UMKM, perajin, hingga seniman lokal.
"Bank Indonesia terus mendorong terbentuknya ekosistem ekonomi yang kuat. Ketika budaya dilestarikan, pertanian berkembang, dan wisatawan datang, maka perputaran ekonomi masyarakat juga akan meningkat. Inilah semangat yang ingin kami bangun melalui Festival Tao Toba Jou-Jou."
Ia menambahkan, Parade Agrobudaya diharapkan menjadi agenda tahunan yang mampu memperkuat citra Kabupaten Samosir sebagai destinasi wisata berbasis budaya dan pertanian yang berkelas.
Festival Tao Toba Jou-Jou 2026 sendiri menjadi wadah promosi potensi daerah sekaligus memperkuat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di kawasan Danau Toba. (*).
Komentar via Facebook