Kasad Resmikan Pipanisasi Air Bersih dan Reboisasi di Biara San Damiano Pandan

Kasad Resmikan Pipanisasi Air Bersih dan Reboisasi di Biara San Damiano Pandan

Kasad Resmikan Pipanisasi Air Bersih dan Reboisasi di Biara San Damiano Pandan

Keterangan Foto: Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc. meresmikan pipanisasi air bersih Program TNI Manunggal Air di Biara OSF San Damiano Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Rabu (10/6/2026). Program tersebut melayani sekitar 500 kepala keluarga dan dirangkaikan dengan penanaman pohon sebagai upaya reboisasi serta pelestarian lingkungan.

Tapanuli Tengah, infosumut.co – Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc meresmikan program pipanisasi air bersih sekaligus memimpin kegiatan reboisasi di kawasan Biara OSF San Damiano Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Rabu (10/6/2026). 

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program TNI Manunggal Air yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Pipanisasi air bersih yang dibangun sepanjang 1.700 meter tersebut memanfaatkan sumber air dari Mata Air Bukit Laverna Pandan dan memberikan manfaat bagi sekitar 500 kepala keluarga (KK) di wilayah sekitar Biara San Damiano.

Dalam kesempatan itu, Kasad menyampaikan bahwa manfaat paling nyata yang dirasakan masyarakat setelah selesainya program pipanisasi adalah kemudahan dalam memperoleh akses air bersih.

"Tersedianya akses air bersih yang mudah dan dekat bagi masyarakat sekitar Biara San Damiano. Warga tidak lagi harus menempuh jarak jauh untuk mendapatkan air bersih, terutama pada musim kemarau. 

Dengan adanya pipanisasi ini, kebutuhan air untuk kehidupan sehari-hari, kegiatan ibadah, maupun kegiatan sosial dapat terpenuhi dengan lebih baik," ujar Jenderal Maruli.

Menurut Kasad, pemilihan Biara OSF San Damiano sebagai lokasi program bukan tanpa alasan. 

Selain berdasarkan hasil koordinasi dengan pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat, kawasan tersebut dinilai memiliki peran penting sebagai pusat kegiatan masyarakat di wilayah Pandan.

"Biara OSF San Damiano merupakan salah satu pusat aktivitas masyarakat yang membutuhkan dukungan infrastruktur dasar. Selain itu, kondisi geografis wilayah ini juga membutuhkan upaya konservasi sumber air dan penghijauan untuk menjaga keseimbangan lingkungan," jelasnya.

Usai peresmian pipanisasi, Kasad bersama Forkopimda, tokoh agama, dan masyarakat melaksanakan penanaman pohon sebagai bagian dari program reboisasi di kawasan yang terdampak longsor. 

Kegiatan tersebut bertujuan menjaga kelestarian alam, memperkuat daerah resapan air, serta mengurangi risiko bencana di masa mendatang.

Kasad menegaskan bahwa program yang telah dibangun tidak berhenti setelah pelaksanaan kegiatan selesai. Menurutnya, keberlanjutan program menjadi salah satu perhatian utama TNI AD.

"Program ini dirancang agar terus berkelanjutan. Kami tidak hanya membangun, tetapi juga memastikan adanya serah terima dan pendampingan kepada pemerintah daerah serta masyarakat setempat. Nantinya, perawatan dan pemanfaatan fasilitas ini akan dikelola bersama oleh masyarakat, pengelola biara, dan pemerintah desa," katanya.

Ia menambahkan, TNI AD akan tetap melakukan pemantauan, namun pengelolaan fasilitas sepenuhnya diserahkan kepada masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Di akhir kegiatan, Kasad mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun serta memelihara pohon-pohon yang telah ditanam bersama.

"Mari kita rawat dan jaga fasilitas ini dengan baik. Manfaatkan air bersih ini untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat. Begitu juga dengan pohon-pohon yang telah ditanam, harus terus dijaga dan dilestarikan. Dengan semangat gotong royong, saya yakin apa yang kita bangun hari ini akan menjadi warisan yang bermanfaat bagi anak cucu kita di masa depan," pungkasnya.

Program TNI Manunggal Air di Kabupaten Tapanuli Tengah terus menunjukkan hasil positif. Hingga saat ini, TNI AD telah membangun 36 titik sumur bor dan 7 titik pipanisasi air bersih sebagai bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di daerah. 

Selain menyediakan akses air bersih, program ini juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat pembangunan dari desa, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta mendukung ketahanan lingkungan dan kesejahteraan rakyat. (*).