Pacific Partnership 2026 Gelar Pelatihan SMEE di RSUD Dr. Ferdinand Lumbantobing

Pacific Partnership 2026 Gelar Pelatihan SMEE di RSUD Dr. Ferdinand Lumbantobing

Pacific Partnership 2026 Gelar Pelatihan SMEE di RSUD Dr. Ferdinand Lumbantobing

Keterangan Foto: Komandan Lanal Sibolga Letkol Laut (P) Haka Andinantha, M.Tr.Opsla., selaku Wakil Komandan Satuan Tugas (Wadansatgas) Latihan Bersama Pacific Partnership 2026 wilayah Sibolga–Tapanuli Tengah, mendampingi Kapuskes TNI Mayjen TNI dr. Hadi Juanda, Sp.PD., M.A.R.S., C.Fr.A. saat membuka kegiatan Subject Matter Expert Exchange (SMEE) di RSUD Dr. Ferdinand Lumbantobing Kota Sibolga yang diikuti tenaga kesehatan Indonesia bersama delegasi dari Amerika Serikat, Australia, Kanada, Jerman, dan Singapura.

Pacific Partnership 2026 Gelar Pelatihan SMEE di RSUD Dr. Ferdinand Lumbantobing, Danlanal Sibolga Tegaskan Komitmen Kolaborasi Kesehatan Internasional

Sibolga, infosumut.co – Rangkaian Latihan Bersama (Latma) Pacific Partnership 2026 terus bergulir di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah. Salah satu agenda penting dalam misi kemanusiaan tersebut adalah Subject Matter Expert Exchange (SMEE) yang digelar di RSUD Dr. Ferdinand Lumbantobing Kota Sibolga, Sabtu (25/7/2026).

Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) TNI Mayjen TNI dr. Hadi Juanda, Sp.PD., M.A.R.S., C.Fr.A., didampingi Komandan Lanal Sibolga Letkol Laut (P) Haka Andinantha, M.Tr.Opsla., yang juga menjabat sebagai Wakil Komandan Satuan Tugas (Wadansatgas) Latihan Bersama Pacific Partnership 2026 wilayah Sibolga–Tapanuli Tengah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran TNI, pemerintah daerah, manajemen RSUD Dr. Ferdinand Lumbantobing, serta delegasi Pacific Partnership 2026 yang terdiri dari tenaga kesehatan dan personel dari Amerika Serikat, Australia, Kanada, Jerman, dan Singapura.

Pelatihan Subject Matter Expert Exchange (SMEE) merupakan forum pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara tenaga kesehatan Indonesia dengan para ahli dari negara-negara sahabat. Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan pembaruan ilmu pengetahuan, berbagi praktik terbaik dalam pelayanan medis, serta meningkatkan kemampuan dalam menghadapi kondisi kedaruratan maupun penanganan bencana.

Sebagai Wadansatgas Latma Pacific Partnership 2026, Danlanal Sibolga Letkol Laut (P) Haka Andinantha menegaskan bahwa Pacific Partnership bukan hanya memperkuat hubungan diplomasi antarnegara, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui peningkatan kapasitas tenaga kesehatan.

"Pacific Partnership 2026 menjadi momentum yang sangat baik untuk mempererat kerja sama antara TNI, pemerintah daerah, rumah sakit, dan negara-negara mitra. Melalui kegiatan Subject Matter Expert Exchange ini, para tenaga kesehatan dapat saling bertukar ilmu, pengalaman, dan teknologi sehingga kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat terus meningkat," ujar Letkol Laut (P) Haka Andinantha.

Ia menambahkan, Lanal Sibolga sebagai bagian dari Satgas Pacific Partnership berkomitmen mendukung penuh seluruh rangkaian kegiatan agar berjalan aman, tertib, dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

"Kami berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan ini dapat diterapkan oleh tenaga kesehatan di Sibolga dan Tapanuli Tengah. Kolaborasi seperti ini diharapkan terus berlanjut sehingga mampu memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi tantangan kesehatan maupun penanggulangan bencana di masa mendatang," tambahnya.

Manajemen RSUD Dr. Ferdinand Lumbantobing Kota Sibolga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan menjadikan rumah sakit tersebut sebagai lokasi pelaksanaan SMEE. Kegiatan ini menjadi kesempatan berharga bagi dokter, perawat, dan tenaga kesehatan untuk memperluas wawasan, meningkatkan kompetensi profesional, serta membangun jejaring kerja sama dengan para pakar kesehatan dari berbagai negara.

Pelaksanaan SMEE merupakan bagian dari rangkaian Latihan Bersama Pacific Partnership 2026 yang dipusatkan di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah. Selain pelatihan tenaga kesehatan, kegiatan ini juga mencakup pelayanan kesehatan masyarakat, latihan penanggulangan bencana, pertukaran keahlian, serta berbagai kegiatan kemanusiaan yang bertujuan memperkuat kerja sama antara Indonesia dan negara-negara mitra di kawasan Indo-Pasifik. (*).