Agincourt Resources Perkuat Konservasi Terumbu Karang di Tapanuli Tengah

Agincourt Resources Perkuat Konservasi Terumbu Karang di Tapanuli Tengah

Agincourt Resources Perkuat Konservasi Terumbu Karang di Tapanuli Tengah

Keterangan Foto: Peserta mengikuti training transplantasi terumbu karang dalam kegiatan kolaborasi konservasi laut di Pantai Indah Pandan, Tapanuli Tengah, Kamis (10/9/2026).

Tapteng, infosumut.co — Upaya menjaga kelestarian ekosistem laut di Kabupaten Tapanuli Tengah terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. PT Agincourt Resources, pengelola Tambang Emas Martabe dan bagian dari Astra, bersama pemerintah, komunitas lingkungan, lembaga pendidikan, organisasi kemahasiswaan dan masyarakat menggelar training transplantasi terumbu karang di Pantai Indah Pandan, Kamis (10/9/2026) sore.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.00 WIB ini menjadi wadah peningkatan kapasitas sekaligus edukasi bagi peserta mengenai pentingnya rehabilitasi dan perlindungan ekosistem terumbu karang.

Training tersebut melibatkan Yayasan Masyarakat Penjaga Pantai Barat, Bank Sampah Yamantab, KKLN (Kelompok Konservasi Laut Nusantara), HMI Sibolga-Tapanuli Tengah, Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam (STAI) Barus Matauli, serta unsur pemerintah dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Tapanuli Tengah dan UPTD KK DKP Sumatera Utara.

Turut hadir Edwar Bangun dari DKP Tapanuli Tengah, E. Irfan Hulu dan Hotman S. Tarihoran dari UPTD DKP Sumatera Utara, serta Rahmad Kurniawan, Supervisor Biodiversity Management Agincourt Resources.

Pemerintah: Konservasi Butuh Kolaborasi

E. Irfan Hulu dari UPTD KK DKP Sumatera Utara mengatakan, menjaga ekosistem laut membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas dan masyarakat dinilai menjadi kunci agar program konservasi dapat berjalan secara berkelanjutan.

"Program ini kami laksanakan dengan membangun kolaborasi bersama berbagai lembaga dan komunitas, seperti Yayasan Masyarakat Penjaga Pantai Barat dan Bank Sampah Yamantab, dengan dukungan penuh dari PT Agincourt Resources," ujar Irfan.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan laut.

"Yang kita harapkan bukan hanya kegiatan transplantasi terumbu karang, tetapi bagaimana masyarakat memperoleh pengetahuan dan keterampilan sehingga mampu ikut menjaga ekosistem laut secara berkelanjutan," katanya.

Sementara itu, Rahmad Kurniawan, Supervisor Biodiversity Management Agincourt Resources, mengatakan konservasi lingkungan merupakan pekerjaan bersama yang membutuhkan konsistensi dan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan.

Menurutnya, training transplantasi terumbu karang tidak sekadar memberikan pemahaman teknis, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kapasitas masyarakat agar dapat terlibat langsung dalam rehabilitasi ekosistem pesisir.

"Konservasi lingkungan tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, komunitas, akademisi, mahasiswa dan masyarakat. Melalui kegiatan ini, kita ingin membangun pemahaman dan keterampilan bersama, khususnya dalam upaya rehabilitasi terumbu karang," ujar Rahmad.

Ia menjelaskan, terumbu karang memiliki fungsi penting sebagai habitat berbagai biota laut dan menjadi bagian dari ekosistem yang menopang kehidupan masyarakat pesisir.

"Transplantasi terumbu karang bukan hanya soal menanam atau memindahkan karang. Yang lebih penting adalah bagaimana kita membangun kesadaran bahwa ekosistem ini harus dirawat dalam jangka panjang," katanya.

Rahmad berharap peserta yang mengikuti pelatihan dapat menjadi penggerak konservasi di lingkungan masing-masing.

"Harapan kami, peserta yang mengikuti pelatihan ini nantinya dapat menjadi penggerak di komunitas masing-masing. Pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti di kegiatan ini, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama untuk menjaga ekosistem pesisir Tapanuli Tengah," ujarnya.

Ia menambahkan, Agincourt Resources akan terus mendukung ruang kolaborasi bersama berbagai pihak dalam menjalankan program konservasi yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

Damai: Masyarakat Garda Terdepan Jaga Laut

Ketua Yayasan Masyarakat Penjaga Pantai Barat, Damai Mendrofa, menilai masyarakat memiliki posisi penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir karena berinteraksi langsung dengan lingkungan laut.

Menurutnya, masyarakat perlu ditempatkan bukan hanya sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai bagian dari solusi dalam menjaga dan memulihkan ekosistem laut.

"Terumbu karang adalah bagian penting dari kehidupan laut. Kalau ekosistemnya rusak, dampaknya bukan hanya terhadap biota laut, tetapi juga kepada masyarakat yang menggantungkan kehidupannya dari laut. Karena itu, masyarakat harus diberikan pengetahuan dan keterampilan untuk ikut menjaga dan memulihkannya," ujar Damai.

Ia mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam training transplantasi terumbu karang tersebut. Menurutnya, kolaborasi menjadi kekuatan penting untuk memperluas dampak konservasi.

"Ini merupakan langkah yang sangat positif. Kita tidak bisa bekerja sendiri dalam menjaga laut. Pemerintah memiliki kewenangan dan kebijakan, perusahaan memiliki dukungan, akademisi memiliki pengetahuan, sementara masyarakat berada langsung di lapangan. Semua kekuatan ini harus disatukan," katanya.

Damai berharap pelatihan tersebut dapat melahirkan lebih banyak kelompok masyarakat yang memiliki kemampuan untuk melakukan kegiatan konservasi secara mandiri.

"Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai sebuah pelatihan. Setelah mendapatkan ilmu, peserta bisa menerapkannya dan mengajak masyarakat lainnya untuk bersama-sama menjaga terumbu karang serta lingkungan pesisir," ujarnya.

Ia menegaskan, menjaga laut merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kepedulian dan aksi nyata.

"Menjaga laut bukan pekerjaan satu atau dua orang. Ini adalah tanggung jawab bersama. Kalau kepedulian itu tumbuh dari masyarakat dan didukung pemerintah, dunia usaha, akademisi serta komunitas, saya yakin upaya menjaga ekosistem pesisir akan memberikan dampak yang jauh lebih besar," pungkasnya.

Bangun Gerakan Konservasi Berkelanjutan

Dalam training tersebut, peserta mendapatkan pengetahuan dan keterampilan praktis mengenai teknik transplantasi terumbu karang sebagai salah satu metode rehabilitasi ekosistem laut.

Kegiatan ini sekaligus mempertemukan berbagai unsur dalam satu ruang kolaborasi, mulai dari pemerintah, perusahaan, komunitas, lembaga pendidikan, organisasi kemahasiswaan hingga masyarakat.

Terumbu karang memiliki peran penting sebagai habitat berbagai biota laut serta menjadi bagian dari ekosistem pesisir yang mendukung kehidupan masyarakat.

Karena itu, perlindungan dan rehabilitasi terumbu karang membutuhkan komitmen jangka panjang, edukasi berkelanjutan dan keterlibatan aktif masyarakat.

Melalui kolaborasi tersebut, PT Agincourt Resources bersama para mitra mendorong tumbuhnya kelompok-kelompok lokal yang memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk ikut menjaga, merawat serta memulihkan ekosistem laut di pesisir Tapanuli Tengah. (*).