30 Tahun Mengabdi, Adhyaksa 696 Gelar Reuni Terbesar Sepanjang Sejarah Angkatan

30 Tahun Mengabdi, Adhyaksa 696 Gelar Reuni Terbesar Sepanjang Sejarah Angkatan

    30 Tahun Mengabdi, Adhyaksa 696 Gelar Reuni Terbesar Sepanjang Sejarah Angkatan

Jakarta, infosumut.co – Puncak Reuni Akbar Adhyaksa 696 berlangsung meriah di Aula Sasana Adhi Karyya, Badan Pendidikan dan Pelatihan Badiklat Kejaksaan RI, Jakarta, Sabtu 4/7/2026. Mengusung tema “Seduluran Sak Lawase”, reuni 30 tahun Angkatan CPNS Kejaksaan RI Tahun 1996 itu menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus mengenang perjalanan pengabdian para alumni.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Angkatan Adhyaksa 696, Prof. Asep N. Mulyana, yang saat ini menjabat sebagai Plt. Wakil Jaksa Agung RI sekaligus Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Jampidum. Hadir pula Jaksa Agung Muda Pembinaan Dr. Hendro Dewantoro, Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara Prof. Narendra Jatna, Kepala Badan Pemulihan Aset Dr. Kuntadi, Jaksa Agung Muda Pengawasan Prof. Rudi Margono, Jaksa Agung Muda Pidana Militer Mayjen TNI Dr. M. Ali Ridho, para Kepala Kejaksaan Tinggi, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi, Kepala Kejaksaan Negeri, pejabat Kejaksaan Agung, serta ratusan alumni Adhyaksa 696 dari berbagai daerah di Indonesia.

Acara dibuka dengan penampilan tarian nusantara yang menampilkan ragam budaya Indonesia. Panitia juga memberikan penghargaan kepada para pelatih Peraturan Baris Berbaris PBB, Pengamat dan Penegak Kedisiplinan Matgaklin yang berperan membentuk karakter peserta saat mengikuti pendidikan 30 tahun lalu.

Dalam sambutannya, Prof. Asep Mulyana mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan reuni yang dinilai menjadi reuni terbesar sepanjang sejarah Angkatan Adhyaksa 696.

Ia mengatakan, gagasan reuni berawal dari pertemuan sederhana saat buka puasa bersama yang diprakarsai Dr. Kuntadi. Dari pertemuan tersebut lahir komitmen untuk memperingati 30 tahun kebersamaan Angkatan 696.

“Semangat teman-teman luar biasa. Kita semua memiliki tujuan yang sama, menjaga persaudaraan. Tema Seduluran Sak Lawase benar-benar hidup dalam setiap rangkaian kegiatan ini,” ujar Prof. Asep.

Ia juga mengapresiasi seluruh panitia yang mampu menyelenggarakan reuni secara mandiri tanpa menggunakan dana kas angkatan.

“Ini membuktikan semangat gotong royong dan kebersamaan Adhyaksa 696 masih sangat kuat,” katanya.

Menurut Prof. Asep, tingginya antusiasme alumni yang hadir dari berbagai daerah menjadi bukti bahwa ikatan persaudaraan tetap terjaga meski telah tiga dekade mengabdi.

Sementara itu, Ketua Panitia Reuni, Fredy Simanjuntak, mengatakan reuni tersebut berawal dari gagasan yang muncul saat buka puasa bersama pada 3 Maret 2026 di Gedung Badan Pemulihan Aset.

“Momentum 30 tahun pengabdian menjadi alasan utama kami kembali berkumpul. Reuni ini lahir dari kerinduan untuk menjaga kebersamaan sebagai keluarga besar Adhyaksa 696,” ujarnya.

Fredy menjelaskan, reuni tahun ini merupakan penyelenggaraan ketujuh setelah sebelumnya digelar di Ancol, Yogyakarta, Anyer, Bandung, Denpasar, dan Batu, Malang. Menurutnya, reuni 2026 menjadi yang terbesar dengan jumlah peserta terbanyak sepanjang sejarah Angkatan 696.

Malam puncak semakin semarak dengan penampilan Paduan Suara Adhyaksa 696 yang membawakan Mars Adhyaksa 696 berjudul “696 Tetap Jaya”, ciptaan salah seorang alumni, Martha.

Rangkaian kegiatan ditutup dalam suasana haru ketika seluruh peserta bergandengan tangan membentuk lingkaran sambil menyanyikan lagu “Kemesraan” dan “Kapan-Kapan Kita Berjumpa Lagi”. Momen tersebut menjadi simbol kuatnya ikatan persaudaraan Adhyaksa 696 yang terus terjaga, sejalan dengan tema reuni, “Seduluran Sak Lawase” atau bersaudara untuk selamanya. (*).