Warga keluhkan kandang Babi bau menyengat, Kades minta jumpa wartawan saat dikonfirmasi

Warga keluhkan kandang Babi bau menyengat, Kades minta jumpa wartawan saat dikonfirmasi

Warga keluhkan kandang Babi bau menyengat, Kades minta jumpa wartawan saat dikonfirmasi

Soal kandang Babi ditengah pemukiman penduduk, Camat STM Hilir tolak ke Kasi Trantib, dan enggan menanggapi hingga arahkan ke Kades Juma Tombak. Terkesan saling lempar tanggungjawab

Deli Serdang, infosumut.co - Penanganan kandang ternak babi yang berdiri di tengah pemukiman penduduk di Desa Juma Tombak, Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deli Serdang, hingga kini tak kunjung menemukan titik terang. 

Persoalan ini disebut-sebut sudah berlangsung lama, mediasi berulang pun telah dilakukan namun tanpa ada kesimpulan untuk mengatasi keluhan warga dengan bau kandang Babi yang di sebut-sebut milik RB. 

Fasilitasi pertemuan oleh pemerintah Desa dan Kecamatan, terkesan seremoni belaka.

Ativitas peternakan yang memicu bau menyengat dan kebisingan tetap berjalan tanpa penertiban. 

Warga pun kembali diminta bersabar, sementara dampak lingkungan terus mereka tanggung setiap hari.

Alih-alih solusi konkret, yang mencuat justru kesan saling lempar tanggung jawab antarlevel pemerintahan. 

Persoalan yang menyangkut kesehatan lingkungan dan kualitas hidup masyarakat ini seperti berhenti di meja mediasi. 

“Ini sudah kelewat batas. Setiap hari kami harus mencium bau tak sedap. Kalau hujan turun, baunya makin parah sampai bikin pusing. Sekarang air sumur kami juga sudah ikut berbau,” ungkap seorang warga.

Keluhan demi keluhan disebut telah disampaikan kepada pemerintah Desa. 

Mediasi pun telah dilakukan berulang kali. Namun hasilnya, menurut warga, tak lebih dari sekadar formalitas administratif tanpa dampak nyata di lapangan.

“Aduan sudah. Mediasi juga sudah. Tapi kandangnya masih tetap di situ. Apa kami harus terus hidup dalam kondisi seperti ini", keluh warga lainnya.

Terpisah, melalui whatsapp, Camat STM Hilir, Kasi Trantib, Sri Wulan, justru menyarankan agar wartawan menghubungi Kepala Desa Juma Tombak, Ponijo. 

Sementara Ponijo, ketika dihubungi, meminta agar wartawan mendatangi dirinya, terkesan Ponijo doyan maladministrasi dengan membuat hal mudah menjadi ribet.

Sikap tersebut pun dinilai warga sebagai gambaran Ponijo condong dan memihak kepada pemilik kandang Babi yang menjadi persoalan, dan telah lama dikeluhkan warga. 

Sementara, Pemilik kandang ternak babi belum berhasil dikonfirmasi. Saat didatangi ke kediamannya di dusun lain dari lokasi ternak, yang bersangkutan juga tidak berhasil ditemui.

Kini masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Deli Serdang melalui Satpol PP untuk segera bertindak tegas melakukan pembongkaran dan tidak lagi berkutat pada mediasi yang berulang, dan langsung mengambil langkah penertiban sesuai regulasi yang berlaku. (*).