Tantangan Hashim soal MBG Tuai Gelombang Protes, Internal FORMAS Dikabarkan Mulai Terbelah

Tantangan Hashim soal MBG Tuai Gelombang Protes, Internal FORMAS Dikabarkan Mulai Terbelah

Tantangan Hashim soal MBG Tuai Gelombang Protes, Internal FORMAS Dikabarkan Mulai Terbelah

Ketum SMSI saat kunjungi Mahkamah Agung Republik Indonesia (MARI).

Jakarta, infosumut.co – Pernyataan Utusan Khusus Presiden, Hashim Djojohadikusumo, terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) memicu gelombang reaksi dari berbagai kalangan. Selain menuai aksi protes mahasiswa di sejumlah daerah, pernyataan tersebut juga disebut memunculkan dinamika di internal Forum Masyarakat Indonesia Emas (FORMAS), organisasi yang selama ini dikenal mendukung program-program pemerintah.

Hashim sebelumnya menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis merupakan bagian dari komitmen politik pemerintah yang harus dijalankan. Dalam kesempatan itu, ia juga menyatakan kesiapannya mendatangi kampus-kampus untuk berdialog sekaligus menghadapi para pengkritik program tersebut.

Pernyataan itu memicu respons dari sejumlah kelompok mahasiswa. Aksi unjuk rasa dilaporkan berlangsung di beberapa kota, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Medan. Para demonstran menilai anggaran program MBG yang diperkirakan mencapai Rp335 triliun perlu diawasi secara ketat agar tidak menimbulkan potensi penyimpangan, sekaligus mempertanyakan prioritas penggunaan anggaran negara di tengah berbagai persoalan sosial dan ekonomi yang masih dihadapi masyarakat.

Dinamika Internal FORMAS

Di sisi lain, pernyataan Hashim juga disebut memunculkan perbedaan pandangan di tubuh FORMAS.

KH. Maksum Hidayatullah, salah satu tokoh Koalisi FORMAS, mengaku menyayangkan pernyataan tersebut. Menurutnya, sikap yang disampaikan Hashim berpotensi menimbulkan kesan bahwa kritik masyarakat tidak mendapat ruang yang cukup.

“Saya yakin Pak Hashim mungkin keceplosan. Namun, pernyataan seperti itu tidak tepat disampaikan di tengah situasi yang sensitif,” ujarnya.

Ia juga menilai FORMAS yang sebelumnya dibentuk sebagai wadah untuk mengawal program pemerintah perlu kembali menjalankan fungsinya sebagai ruang komunikasi yang terbuka terhadap berbagai masukan dari masyarakat.

Pandangan senada disampaikan Ferry Sibarani, salah seorang fungsionaris FORMAS. Ia meminta Hashim melakukan introspeksi dan mengedepankan dialog agar situasi politik tetap kondusif.

“Kita berharap jangan sampai muncul kondisi yang membangkitkan kembali memori konflik politik masa lalu. Semua pihak harus menjaga stabilitas dengan mengedepankan komunikasi yang baik,” katanya.

Sementara itu, mantan pengurus FORMAS yang kini menjabat Wakil Direktur CAJ PWI Pusat, Yono Hartono, turut menyampaikan kritik keras terhadap sosok Hashim. Menurut Yono, sejak awal dirinya memilih keluar dari kepengurusan FORMAS karena memiliki perbedaan pandangan terhadap gaya kepemimpinan Hashim.

Ia juga mengajak para pengurus FORMAS yang masih ingin berkontribusi dalam mendukung program pemerintah agar tetap menjaga semangat kebangsaan melalui wadah lain yang dinilai lebih mengedepankan pembinaan dan kedisiplinan.

Sorotan terhadap Program MBG

Di tengah polemik yang berkembang, program Makan Bergizi Gratis kini tidak hanya menjadi perbincangan dari sisi manfaatnya bagi masyarakat, tetapi juga dari aspek tata kelola anggaran, transparansi, serta ruang pemerintah dalam menerima kritik publik.

Sejumlah pihak menilai pemerintah perlu memperkuat komunikasi dengan masyarakat dan membuka ruang dialog yang lebih luas agar perbedaan pandangan tidak berkembang menjadi konflik politik yang berkepanjangan.

Di sisi lain, munculnya berbagai pandangan di internal FORMAS menunjukkan bahwa dukungan terhadap program pemerintah pun tidak sepenuhnya berjalan tanpa dinamika. Perbedaan sikap tersebut menjadi cerminan bahwa pengawalan terhadap kebijakan publik memerlukan keterbukaan, evaluasi, dan komunikasi yang konstruktif.

Hingga berita ini disusun, belum ada tanggapan resmi dari Hashim Djojohadikusumo maupun pengurus pusat FORMAS terkait kritik yang disampaikan sejumlah pihak tersebut.

Apabila artikel ini akan diterbitkan sebagai berita media massa, sebaiknya ditambahkan konfirmasi atau tanggapan resmi dari Hashim Djojohadikusumo maupun pihak FORMAS agar memenuhi prinsip keberimbangan (cover both sides) dalam pemberitaan. (*).