Senjata Diserahkan Sukarela, TNI Bangun Keamanan Maluku Utara Lewat Kepercayaan

Senjata Diserahkan Sukarela, TNI Bangun Keamanan Maluku Utara Lewat Kepercayaan

Senjata Diserahkan Sukarela, TNI Bangun Keamanan Maluku Utara Lewat Kepercayaan

Ambon, infosumut.co — Upaya membangun keamanan di Maluku Utara menunjukkan pendekatan berbeda. Bukan semata melalui kekuatan dan penindakan, tetapi dengan membangun komunikasi, kepercayaan, serta kedekatan antara aparat dan masyarakat.

Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto, M.Han. mengungkapkan, masyarakat Maluku Utara secara sukarela telah menyerahkan puluhan senjata api dan lebih dari seribu butir amunisi kepada aparat TNI melalui Korem 152/Babullah.

Hingga saat ini, senjata yang berhasil dihimpun mencapai 75 pucuk, disertai 1.069 butir amunisi. Senjata-senjata tersebut berasal dari berbagai sumber. Sebagian merupakan peninggalan konflik horizontal masa lalu, sementara sebagian lainnya diduga berasal dari jalur penyelundupan ilegal dari Filipina.

Senjata yang diserahkan, diantaranya terdapat 15 pucuk senjata api laras panjang standar aktif dan dua pucuk pistol. Bahkan, adapun senjata yang disebut sebagai peninggalan VOC dari tahun 1771, menjadi ungkapan panjangnya sejarah keberadaan senjata api di wilayah tersebut.

Menurut Dody, capaian itu tidak semata-mata hasil operasi keamanan. Pendekatan teritorial dan keterlibatan langsung prajurit bersama masyarakat menjadi salah satu faktor penting yang membuka ruang komunikasi.

Program pemerintah di desa-desa, termasuk kegiatan pengolahan dan pembangunan sarana air bersih, turut menjadi momentum bagi prajurit untuk berbaur dengan masyarakat. Dari interaksi tersebut, komunikasi berkembang menjadi kepercayaan, hingga masyarakat bersedia menyerahkan senjata yang selama ini berada di lingkungan mereka.

“75 pucuk senjata dan 1.069 butir amunisi bukan sekadar angka. Ini bukti bahwa ketika TNI dan rakyat berjalan bersama, keamanan dapat dibangun bukan hanya dengan kekuatan, tetapi juga dengan kepercayaan dan pendekatan kemanusiaan,” demikian disampaikan Perwia Tinggi yang pernah Jabat Dansatgas PKH ini dalam kegiatan tersebut.

Dody juga menyampaikan apresiasi kepada unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Maluku Utara, termasuk gubernur, Kapolda, Kajati, serta unsur intelijen daerah, yang dinilai terus memberikan dukungan informasi dan membangun koordinasi dalam mencari solusi terbaik bagi keamanan daerah.

Ia mengajak tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, hingga para raja dan kesultanan untuk bersama-sama menjaga kondusivitas Maluku Utara.

“Mari sama-sama kita bahu-membahu menjaga Provinsi Maluku Utara ini jauh lebih baik dari sebelumnya,” ajaknya.

Dody meyakini kesadaran masyarakat terhadap hukum akan semakin memperkuat upaya menjaga keamanan secara berkelanjutan.

Bagi TNI, penyerahan senjata secara sukarela tersebut menjadi gambaran bahwa penyelesaian persoalan keamanan tidak selalu harus ditempuh melalui pendekatan koersif. Ketika aparat hadir, mendengar dan membangun kepercayaan, masyarakat dapat menjadi bagian penting dari solusi.

Dari Maluku Utara, pesan itu sederhana : senjata kembali kepada negara, sementara rasa aman dikembalikan kepada rakyat. (*).