Produksi TBS Disebut Anjlok dan Ratusan Pokok Sawit Mati Disuntik, Diduga Pengamanan Kebun PTPN IV Regional 2 Lemah
Produksi TBS Disebut Anjlok dan Ratusan Pokok Sawit Mati Disuntik, Diduga Pengamanan Kebun PTPN IV Regional 2 Lemah
gambar AI
Deli Serdang, infosumut.co – Kinerja pengamanan (Bapam) di lingkungan PTPN IV Regional 2, khususnya pada Tanjung Jati Group dan Tandem Group, menjadi sorotan. Sejumlah sumber menyebut lemahnya sistem pengamanan diduga telah memicu maraknya aksi pencurian tandan buah segar (TBS) serta dugaan perusakan tanaman kelapa sawit yang mengakibatkan kerugian perusahaan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi pencurian TBS disebut berlangsung secara masif dalam dua bulan terakhir. Kondisi tersebut diklaim berdampak terhadap menurunnya hasil panen di sejumlah kebun yang berada di bawah Tandem Group.
Selain dugaan pencurian, persoalan lain juga disebut terjadi di Afdeling (Afd) V Kebun Tanjung Jati. Ratusan pokok kelapa sawit dilaporkan mati setelah diduga disuntik oleh orang tak dikenal (OTK). Dugaan tersebut memunculkan kecurigaan adanya keterlibatan oknum tertentu, meski hingga kini belum terdapat bukti resmi maupun hasil penyelidikan yang menguatkan tudingan tersebut.
Sumber yang menyampaikan informasi itu menduga terdapat oknum petugas pengamanan (security) maupun pekerja yang berkolaborasi dengan pihak luar sehingga aksi perusakan tanaman dapat terjadi. Dugaan tersebut juga disebut telah dilaporkan, namun dinilai belum mendapat penanganan yang maksimal.
Atas kondisi itu, pihak vendor pengamanan, PT JWM, didesak untuk melakukan investigasi internal secara menyeluruh terhadap dugaan keterlibatan oknum personel keamanan, apabila memang ditemukan adanya pelanggaran.
Kerugian yang disebutkan dalam laporan tersebut meliputi matinya ratusan pokok kelapa sawit di Afdeling V Kebun Tanjung Jati serta anjloknya produksi TBS di wilayah Tandem Group yang mencakup, Sei Semayang, Klambir Lima, dan Klumpang selama sekitar dua bulan terakhir.
Dalam informasi yang diterima, sejumlah nama personel pengamanan juga disebut sebagai pihak yang diminta untuk dievaluasi oleh perusahaan. Namun demikian, hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan maupun tanggapan resmi dari pihak-pihak yang namanya disebut maupun dari manajemen PTPN IV Regional 2 terkait kebenaran tudingan tersebut.
Media ini masih berupaya mengonfirmasi pihak manajemen PTPN IV Regional 2, vendor pengamanan PT JWM, serta pihak-pihak terkait lainnya guna memperoleh penjelasan dan memastikan fakta atas dugaan tersebut. Berita ini akan diperbarui setelah diperoleh keterangan resmi dari para pihak. (*).
Komentar via Facebook