Pembangunan Industri Munisi Dinilai Jadi Fondasi Kemandirian Pertahanan Indonesia

Pembangunan Industri Munisi Dinilai Jadi Fondasi Kemandirian Pertahanan Indonesia

Pembangunan Industri Munisi Dinilai Jadi Fondasi Kemandirian Pertahanan Indonesia

Oleh: Marsda TNI Budhi Achmadi

Jakarta, infosumut.co – Pembangunan industri propelan dan munisi dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat kemandirian pertahanan Indonesia di tengah perubahan karakter perang modern yang semakin bergantung pada kemampuan produksi amunisi secara berkelanjutan.

Dalam opini yang ditulis Marsda TNI Budhi Achmadi, disebutkan bahwa pengalaman konflik di Rusia-Ukraina maupun Timur Tengah menunjukkan kemenangan tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan alutsista, tetapi juga oleh ketersediaan amunisi, propelan, roket, dan rudal sebagai instrumen utama daya tempur.

Menurutnya, banyak negara mampu memproduksi kapal perang, pesawat tempur, maupun kendaraan militer, namun masih bergantung pada impor amunisi dan material energetik. Ketergantungan tersebut menjadi kelemahan ketika terjadi perang atau embargo.

Budhi menilai kebijakan pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin yang mulai memprioritaskan pembangunan industri propelan dan munisi merupakan arah yang tepat. Kebijakan tersebut dinilai tidak hanya memperkuat kemampuan pertahanan, tetapi juga mendorong kemajuan riset, teknologi material, manufaktur presisi, dan industri nasional.

Ia menegaskan, penguasaan teknologi propelan dan material energetik akan memberikan kebebasan strategis bagi Indonesia dalam memenuhi kebutuhan pertahanan tanpa bergantung pada pasokan luar negeri.

Ke depan, pembangunan industri pertahanan diharapkan dilakukan secara terintegrasi, mulai dari penyediaan bahan baku strategis, produksi propelan dan amunisi, hingga pengembangan teknologi roket dan rudal nasional melalui sinergi pemerintah, TNI, industri pertahanan, perguruan tinggi, dan lembaga penelitian.

“Negara tidak memenangkan peperangan hanya dengan memiliki alutsista modern, tetapi dengan kemampuan menjaga pasokan amunisi dan daya tempur secara berkelanjutan,” tulis Budhi. Menurutnya, pembangunan industri propelan dan munisi merupakan investasi jangka panjang untuk memperkuat kedaulatan dan ketahanan nasional menghadapi tantangan geopolitik masa depan. (*).