Pacific Partnership 2026 Resmi Dibuka di Tapanuli Tengah, Perkuat Sinergi Kemanusiaan

Pacific Partnership 2026 Resmi Dibuka di Tapanuli Tengah, Perkuat Sinergi Kemanusiaan

Pacific Partnership 2026 Resmi Dibuka di Tapanuli Tengah, Perkuat Sinergi Kemanusiaan

Keterangan Foto: Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) TNI Mayjen TNI dr. Hadi Juanda, Sp.PD., M.A.R.S., CFRA bersama Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu, Wali Kota Sibolga H. Ahmad Syukri Nazry Penarik, unsur Forkopimda, serta delegasi negara sahabat saat membuka Latihan Bersama (Latma) Pacific Partnership 2026 di GOR Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Selasa (21/7/2026).

Tapteng, infosumut.co – Latihan Bersama (Latma) Pacific Partnership 2026 resmi dibuka di Gedung Olahraga (GOR) Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Selasa (21/7/2026). Kegiatan kemanusiaan berskala internasional tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat kerja sama lintas negara di bidang kesehatan, bantuan kemanusiaan, serta penanggulangan bencana di kawasan Indo-Pasifik.

Pembukaan kegiatan dipimpin oleh Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) TNI Mayjen TNI dr. Hadi Juanda, Sp.PD., M.A.R.S., CFRA, dan dihadiri Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu, Wali Kota Sibolga H. Ahmad Syukri Nazry Penarik, jajaran Forkopimda, pejabat TNI-Polri, serta delegasi dari Amerika Serikat, Australia, Kanada, Jerman, Singapura, dan sejumlah negara mitra lainnya.

Dalam sambutannya, Kapuskes TNI menyampaikan bahwa Pacific Partnership merupakan misi kemanusiaan multinasional terbesar di kawasan Indo-Pasifik yang bertujuan memperkuat kolaborasi antarnegara dalam menghadapi berbagai tantangan global, khususnya bencana alam, krisis kesehatan, serta keadaan darurat kemanusiaan.

Mengusung tema "Strengthening Partnership, Collaboration, and Interoperability for Crisis Response", kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan interoperabilitas, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta membangun kesiapsiagaan bersama dalam menghadapi berbagai ancaman bencana di masa mendatang.

Selama pelaksanaan pada 21 hingga 31 Juli 2026, Pacific Partnership 2026 akan menghadirkan berbagai kegiatan yang melibatkan unsur militer, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, akademisi, relawan, dan masyarakat. Kegiatan tersebut meliputi pelatihan tenaga kesehatan, workshop medis, latihan penanggulangan bencana, pertukaran pengetahuan dan teknologi kesehatan, pembangunan serta renovasi fasilitas pendidikan, pelayanan sosial, hingga berbagai kegiatan budaya dan kemasyarakatan.

Pacific Partnership 2026 Libatkan Hampir 5.000 Peserta, Hadirkan Program Kesehatan dan Kemanusiaan untuk Masyarakat Sibolga-Tapteng

Keterangan Foto: Peserta dari Indonesia dan negara sahabat mengikuti pembukaan Pacific Partnership 2026 di GOR Pandan. Program ini menghadirkan berbagai kegiatan kesehatan, kemanusiaan, pendidikan, lingkungan, dan penanggulangan bencana bagi masyarakat Sibolga dan Tapanuli Tengah.

TAPANULI TENGAH – Selain menjadi ajang latihan bersama antarnegara, Pacific Partnership 2026 juga menghadirkan berbagai program kesehatan, pendidikan, sosial, dan kemanusiaan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah.

Kegiatan yang berlangsung selama 21–31 Juli 2026 ini melibatkan sekitar 4.940 peserta, terdiri atas personel TNI dan Polri, delegasi negara sahabat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, pelajar, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat umum.

Berbagai program telah dipersiapkan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan pelayanan kepada masyarakat. Di antaranya pelatihan dan workshop bagi dokter, dokter gigi, perawat, bidan, serta tenaga kesehatan lainnya, latihan penanggulangan bencana, pertukaran ilmu pengetahuan medis, pembangunan ruang guru SD Negeri Pandan 03, renovasi ruang belajar SD Negeri Aek Tolang, hingga kegiatan English Day, pentas seni budaya, penanaman mangrove, olahraga bersama, dan berbagai aksi sosial lainnya.

Kapuskes TNI Mayjen TNI dr. Hadi Juanda, Sp.PD., M.A.R.S., CFRA mengatakan, kehadiran Pacific Partnership di Sibolga dan Tapanuli Tengah diharapkan mampu memperkuat kapasitas tenaga kesehatan, meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana, sekaligus memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah melalui kunjungan peserta dari dalam maupun luar negeri.

Menurutnya, Pacific Partnership bukan hanya menjadi forum latihan dan pertukaran pengalaman, tetapi juga menjadi wadah mempererat persahabatan antarbangsa melalui kerja sama yang berorientasi pada kemanusiaan.

Melalui penyelenggaraan Pacific Partnership 2026, Indonesia kembali menunjukkan perannya sebagai mitra strategis dalam memperkuat diplomasi pertahanan, kesehatan, dan kemanusiaan di kawasan Indo-Pasifik. Diharapkan, sinergi yang terbangun melalui kegiatan ini mampu meningkatkan ketangguhan bersama dalam menghadapi berbagai tantangan global serta mewujudkan kawasan Indo-Pasifik yang aman, damai, tangguh, dan sejahtera. (*).