HANI 2026, Pemkab Deli Serdang dan BNN Perkuat Sinergi Perangi Narkoba

HANI 2026, Pemkab Deli Serdang dan BNN Perkuat Sinergi Perangi Narkoba

HANI 2026, Pemkab Deli Serdang dan BNN Perkuat Sinergi Perangi Narkoba

Lubuk Pakam, infosumut.co – Pemerintah Kabupaten Deli Serdang menegaskan komitmennya memperkuat sinergi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam memberantas peredaran gelap narkotika hingga ke seluruh pelosok wilayah, mulai dari kawasan pegunungan hingga pesisir.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo SS, saat menghadiri peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2026 di Loka Rehabilitasi BNN Deli Serdang, Lubuk Pakam, Jumat (26/6/2026).

Menurut Lom Lom, luas wilayah Deli Serdang dan letak geografis yang berbatasan dengan kawasan pegunungan serta pesisir menjadi tantangan tersendiri dalam memutus jalur peredaran narkoba. Karena itu, Pemkab Deli Serdang siap mendukung seluruh program BNN, baik dalam pencegahan, pemberantasan, maupun rehabilitasi.

“Kita harus menyelamatkan generasi muda agar terbebas dari narkoba, kembali produktif, dan menjadi kebanggaan keluarga serta daerah,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BNN Kabupaten Deli Serdang, Kombes Pol Joshua Tampubolon, mengatakan pemberantasan narkoba tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga harus diimbangi pendekatan rehabilitasi dan pembinaan.

Melalui program “Ananda Bersinar” (Anak dan Remaja Bersih Narkoba), BNN membina remaja yang rentan terpapar narkoba dengan rehabilitasi serta pelatihan keterampilan, seperti bengkel sepeda motor, hidroponik, budidaya ikan dan jamur, pembuatan batu roster, hingga pengelolaan kafe doorsmeer agar mereka mampu kembali mandiri.

Joshua juga mengungkapkan, menjelang HANI 2026, BNN Deli Serdang telah menggelar razia di sejumlah tempat hiburan malam, melakukan sosialisasi di 22 kecamatan zona merah penyalahgunaan narkoba, serta menggagalkan penyelundupan dua kilogram sabu di Bandara Internasional Kualanamu.

Peringatan HANI 2026 turut diisi dengan kegiatan donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, testimoni mantan penyalahguna narkoba, serta pertunjukan seni dari para klien rehabilitasi sebagai wujud dukungan terhadap proses pemulihan dan reintegrasi sosial. (*).