FGD Penguatan Akses Jagung dan Stabilitas Harga Telur Digelar di Pantai Labu
FGD Penguatan Akses Jagung dan Stabilitas Harga Telur Digelar di Pantai Labu
Deli Serdang, infosumut.co - Forum Group Discussion (FGD) bertajuk “Penguatan Akses Jagung dan Stabilitas Harga Telur dalam Pengendalian Inflasi untuk Pertumbuhan Ekonomi di Sumatera Utara” digelar pada Jumat (19/12/2025) pukul 09.30 WIB di Sekretariat Asosiasi Peternak Unggas (Aspegas), Jalan Jaya Dusun II, Desa Paluh Sibaji, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang.
Kegiatan ini membahas persoalan ketersediaan jagung sebagai pakan ternak, stabilitas harga telur, serta dampaknya terhadap pengendalian inflasi dan pertumbuhan ekonomi di Sumatera Utara.
Peserta FGD
FGD dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan, antara lain:
Rusli (Perum Bulog)
Refli Sofyan Siregar (Dinas Pertanian Deli Serdang)
Ir. Irsad Indarto (Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sumatera Utara)
Retni Triodari Lestari, S.AP (Dinas PTSP Deli Serdang)
Hasan Al Aslam (Perwakilan PPN Sumut)
Soelarno, SH (Ketua FKDM Deli Serdang)
H. Toga Torop (Perwakilan Camat Pantai Labu)
Bun Hui (Penasehat Aspegas Deli Serdang)
Seng Guan (Ketua Aspegas Deli Serdang)
Hasan Al Aslam (Sekretaris Aspegas Deli Serdang)
Antek (Bendahara Aspegas Deli Serdang)
Para peternak unggas Kecamatan Pantai Labu.
Paparan Perum Bulog
Perwakilan Perum Bulog menyampaikan beberapa poin penting, di antaranya:
Jagung dengan kadar air 14 persen mampu dibeli Bulog dengan harga Rp6.400 per kilogram, namun saat ini industri membeli di atas Rp7.000 per kilogram, sehingga pemerintah dinilai kalah bersaing dengan industri dari sisi harga.
Pemerintah akan berupaya memfasilitasi kesepakatan antara petani jagung dan peternak guna menjaga ketersediaan serta kestabilan harga pakan.
Provinsi Sumatera Utara saat ini berada dalam kondisi surplus jagung, namun tetap diperlukan pengawasan pasokan, distribusi, dan harga, serta penegakan hukum tanpa menghambat kegiatan usaha.
Peternak disarankan untuk mendaftarkan usahanya melalui Koperasi PPN Sumut agar lebih mudah mendapatkan akses program pemerintah.
Para peternak berharap pemerintah dapat memperpanjang waktu penyaluran jagung SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan).
Pandangan Pengamat
Dalam diskusi tersebut, pengamat menyoroti sejumlah kejanggalan, antara lain:
Kabupaten Deli Serdang secara umum mengalami surplus jagung, namun di sisi lain peternak justru menghadapi krisis pakan ternak.
Kecamatan Pantai Labu dikenal sebagai salah satu sentra produksi telur terbesar di Sumatera Utara, sehingga munculnya inflasi harga telur dinilai sebagai kondisi yang tidak wajar.
Aspegas sebagai wadah asosiasi peternak dinilai belum maksimal berperan karena belum memiliki legalitas resmi. Oleh sebab itu, disarankan agar Aspegas segera didaftarkan secara sah ke Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Deli Serdang.
FGD ini diharapkan dapat menjadi dasar penyusunan langkah konkret antara pemerintah, asosiasi, dan pelaku usaha peternakan guna menjaga stabilitas harga pangan, khususnya jagung dan telur, serta mendukung pengendalian inflasi di Sumatera Utara. (*).
Komentar via Facebook