Bupati Asri Ludin Dorong Penguatan Layanan Publik dan Ekonomi Petani di Sibolangit
Bupati Asri Ludin Dorong Penguatan Layanan Publik dan Ekonomi Petani di Sibolangit
ket : saat tinjau lokasi kantor Damkar dan BPBD/ Sibolangit (25/8/26).
Sibolangit, infosumut.co — Bupati Deli Serdang, H. Asri Ludin Tambunan, meninjau sejumlah program strategis di Kecamatan Sibolangit, Selasa (25/8/2026). Selain mematangkan rencana pembangunan kantor Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Bupati juga mendorong penguatan sektor pertanian melalui pemanfaatan lahan pinjam pakai bagi kelompok tani.
Peninjauan lokasi kantor Damkar dan BPBD dilakukan di SD Negeri 101833. Rencana tersebut menjadi bagian dari penataan fasilitas publik dengan mempertimbangkan jumlah siswa sekolah yang saat ini hanya 28 orang.
Pemerintah Kabupaten Deli Serdang berencana mengoptimalkan layanan pendidikan dengan mengelompokkan siswa ke sekolah terdekat. Sebagian bangunan sekolah nantinya dapat dimanfaatkan sebagai Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), mengingat Kecamatan Sibolangit belum memiliki fasilitas tersebut.
“Penataan ini kita lakukan dengan melihat kondisi dan kebutuhan di lapangan. Dengan jumlah siswa SD yang relatif sedikit, fasilitas yang ada dapat dimanfaatkan untuk mendukung layanan lain yang dibutuhkan masyarakat, termasuk Damkar, BPBD, dan PKBM,” kata Asri Ludin.
Lokasi yang sama, Bupati berdialog dengan Kepala SD Negeri 101833 dan Kepala SMP Negeri 2 Sibolangit. SMP Negeri 2 Sibolangit yang memiliki 208 siswa direncanakan mendapat pengembangan fasilitas melalui pembangunan lantai dua.
Kehadiran kantor Damkar dan BPBD diharapkan memperkuat kapasitas pelayanan kebencanaan sekaligus mempercepat respons terhadap kebakaran dan kondisi darurat di wilayah Sibolangit.
Dorong Produktivitas Petani
Pada hari yang sama, Asri Ludin meninjau pertanaman cabai merah perdana Kelompok Tani Mekar Tani di Desa Betimus Mbaru. Pertanaman tersebut dikembangkan di atas lahan seluas empat hektare yang diberikan melalui skema pinjam pakai tanpa biaya sewa.
Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan pendapatan 20 anggota kelompok tani sekaligus mengoptimalkan potensi hortikultura daerah.
Produksi cabai di lahan tersebut ditargetkan mencapai 32 ton, atau meningkat dua kali lipat dibandingkan potensi sebelumnya sekitar 16 ton. Varietas lokal iggo tavvi dipilih karena dinilai adaptif terhadap kondisi dataran Sibolangit, memiliki buah panjang dan lebat, relatif tahan terhadap virus, serta dapat dipanen hingga 16–18 kali dalam masa tanam sekitar tiga hingga empat bulan.

Dalam dialog bersama petani, Asri Ludin menekankan pentingnya peningkatan produktivitas yang berbanding lurus dengan pendapatan masyarakat.
“Sekarang sudah bertambah lebih banyak, mudah-mudahan pendapatannya bisa meningkat berkali-kali lipat. Inilah tujuan pemerintah memberikan tempat usaha ini supaya pendapatan petani meningkat,” ujarnya.
Bupati juga meminta perangkat daerah terkait melakukan pendampingan secara berkelanjutan. Ia memastikan akan kembali meninjau perkembangan pertanaman tersebut dalam tiga hingga empat bulan mendatang.
Program pertanian ini turut mendapat dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Bantuan Pertanian Unggul Sumut Berkah. Poktan Mekar Tani memperoleh dukungan berupa bibit cabai, mulsa plastik, pupuk NPK Mutiara, pupuk urea, pupuk organik cair, pestisida, dan hand sprayer.
Selain itu, Pemkab Deli Serdang mulai menerapkan pola penempatan alat dan mesin pertanian secara terpusat di UPT BPPP Wilayah VII Kecamatan Sibolangit. Hand traktor Kronos dan cultivator disiagakan di UPT untuk dapat dipinjam secara gratis oleh kelompok tani guna mempercepat proses pengolahan lahan.
Infrastruktur Air Jadi Perhatian
Dalam pertemuan dengan petani, persoalan ketersediaan air menjadi salah satu kendala utama yang disampaikan masyarakat. Petani Mekar Tani, Meson Bangun, berharap pemerintah membantu penyediaan sarana air untuk mendukung proses pembibitan dan pemeliharaan tanaman.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (CKTR) Deli Serdang, Rahmadsyah, menyatakan akan melakukan survei terhadap sumber air di sekitar lokasi. Hasil survei akan menjadi dasar untuk merencanakan pembangunan jaringan perpipaan atau penampungan air berupa tandon.
Selain cabai, Desa Betimus Mbaru memiliki komoditas unggulan lain, seperti manggis dan salak, yang juga akan dikembangkan sebagai penyangga ekonomi masyarakat dan penguatan sektor pertanian di Kecamatan Sibolangit.
Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan upaya Pemkab Deli Serdang mengintegrasikan penataan aset dan fasilitas publik dengan penguatan ekonomi masyarakat. Di satu sisi, fasilitas yang kurang optimal dimanfaatkan diarahkan untuk mendukung pelayanan kebencanaan dan pendidikan masyarakat; di sisi lain, potensi lahan pertanian dimaksimalkan untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani.
Turut hadir Ketua TP PKK Deli Serdang Jelita Asri Ludin Tambunan, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Pelaksana BPBD, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, Kepala Dinas Pertanian Elina Sari, anggota DPRD Deli Serdang Merry Alfrida Br Sitepu, camat, jajaran pemerintah desa, penyuluh pertanian, serta anggota Poktan Mekar Tani. (*).
Komentar via Facebook