Bukan Sekadar Kompetisi, QRIS Jelajah Kuliner Indonesia 2026 Dorong Digitalisasi UMKM
Bukan Sekadar Kompetisi, QRIS Jelajah Kuliner Indonesia 2026 Dorong Digitalisasi UMKM
Tesalonika R.M. Panggabean saat mengikuti kegiatan QRIS Jelajah Kuliner Indonesia 2026 Foto: Dokumentasi pribadi).
Medan, infosumut.co – Promosi kuliner lokal tak hanya soal memperkenalkan cita rasa Nusantara, tetapi juga membuka jalan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk beradaptasi dengan perkembangan transaksi digital. Inilah yang dilakukan Tesalonika R.M. Panggabean bersama tim Tasak Telu melalui program QRIS Jelajah Kuliner Indonesia 2026.
Peraih juara I tingkat Sumatera Utara tersebut menggabungkan promosi kuliner khas daerah dengan edukasi penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) kepada pelaku UMKM. Edukasi dilakukan melalui kunjungan langsung ke lapangan serta produksi konten kreatif yang dipublikasikan melalui Instagram.
QRIS Jelajah Kuliner Indonesia merupakan program sekaligus kompetisi Bank Indonesia yang memadukan pengenalan kuliner Nusantara dengan literasi pembayaran digital. Program ini diselenggarakan melalui 46 Kantor Perwakilan Bank Indonesia Dalam Negeri (KPwDN), dengan peserta berusia 17–35 tahun yang menjalankan berbagai misi lapangan dalam tim beranggotakan tiga orang.
Tesalonika menjelaskan, kompetisi tersebut berlangsung melalui sejumlah tahapan, mulai dari pendaftaran, seleksi 12 tim finalis, pembekalan, hingga pembuatan konten dan pelaksanaan misi di lapangan. Bersama tim Tasak Telu, ia memilih mengangkat kuliner lokal dengan memperkenalkan Kue Meranti.
Namun, kegiatan mereka tidak berhenti pada promosi kuliner. Tim Tasak Telu juga mendatangi pelaku UMKM untuk menjelaskan manfaat QRIS sebagai alternatif pembayaran, terutama bagi konsumen yang tidak membawa uang tunai.
Menurut Tesalonika, pemahaman tentang pembayaran digital penting agar pelaku usaha dapat menyesuaikan layanan dengan kebutuhan konsumen yang semakin beragam. Dengan menyediakan pilihan pembayaran melalui QRIS, UMKM diharapkan dapat mengikuti perkembangan transaksi nontunai.
Edukasi yang diberikan turut mencakup keamanan transaksi dan kampanye Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah. Masyarakat diingatkan untuk selalu memeriksa nama merchant yang muncul sebelum mengonfirmasi pembayaran guna menghindari kesalahan tujuan transaksi.
Selain itu, tim juga menyampaikan informasi mengenai biaya transaksi bagi merchant sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga pelaku usaha memiliki pemahaman yang lebih baik sebelum menggunakan layanan pembayaran digital.
“Respons UMKM saat diedukasi itu mereka senang. Kami tidak punya akses untuk membuatkan QRIS secara langsung, jadi kami edukasi kalau QRIS bisa diurus di bank,” ujar Tesalonika.
Setelah mengikuti rangkaian kompetisi selama sekitar dua bulan, tim Tasak Telu berhasil meraih juara I QRIS Jelajah Kuliner Indonesia 2026 tingkat Sumatera Utara dan juara III tingkat Sumatera.
Pencapaian tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan kekayaan kuliner lokal dengan perkembangan ekonomi digital. Melalui edukasi langsung dan konten kreatif, QRIS Jelajah Kuliner Indonesia tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana memperluas pemahaman UMKM mengenai pembayaran digital yang aman dan praktis.
Sumber : Khairiyah. (*).
Komentar via Facebook