BRI Sibolga Salurkan Dana Tunggu Hunian kepada 571 KK Korban Bencana di Tapanuli Tengah

BRI Sibolga Salurkan Dana Tunggu Hunian kepada 571 KK Korban Bencana di Tapanuli Tengah

BRI Sibolga Salurkan Dana Tunggu Hunian kepada 571 KK Korban Bencana di Tapanuli Tengah

Keterangan Foto: Pimpinan BRI Branch Office (BO) Sibolga, Alda Martumbur Silaban, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah menyerahkan buku tabungan Bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) Tahap II kepada warga korban bencana alam di Kecamatan Tukka, Rabu (15/7/2026).

Tapteng, infosumut.co – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui BRI Branch Office (BO) Sibolga menyalurkan Bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) Tahap II kepada 571 kepala keluarga (KK) korban bencana alam di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Bantuan tersebut diberikan kepada warga terdampak banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah Tapanuli Tengah pada 25 November 2025.

Penyaluran bantuan dilakukan melalui rekening BRI sebagai bank penyalur, bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah. Proses penyaluran berlangsung di tiga kantor kecamatan.

Rinciannya, sebanyak 445 buku tabungan diserahkan di Kecamatan Tukka, 16 buku tabungan di Kecamatan Sarudik, dan 110 buku tabungan di Kecamatan Pandan.

Pimpinan BRI BO Sibolga, Alda Martumbur Silaban, mengatakan penyaluran DTH merupakan bentuk kepedulian BRI terhadap masyarakat yang tengah menjalani proses pemulihan pascabencana.

Menurutnya, BRI tidak hanya hadir sebagai lembaga perbankan, tetapi juga berkomitmen memberikan manfaat sosial melalui berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

“Semoga bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa pemulihan dan memberikan ketenangan bagi para korban yang masih menata kembali kehidupannya,” ujar Alda, Rabu (15/7/2026).

Alda juga menyampaikan empati kepada seluruh masyarakat yang terdampak bencana. Ia menilai, bencana tidak hanya menimbulkan kerugian materiil, tetapi juga berdampak terhadap aktivitas ekonomi dan kehidupan sosial masyarakat.

“Melalui program CSR, kami berharap bantuan ini dapat menjadi bagian dari upaya percepatan pemulihan masyarakat terdampak bencana,” katanya.

Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tapanuli Tengah, Ardi Ansyah Harahap, menegaskan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah terus berkomitmen memastikan seluruh korban bencana memperoleh haknya.

Ia menyebutkan, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) bergerak di bawah arahan Bupati dan Wakil Bupati Tapanuli Tengah untuk mempercepat proses pendataan dan penyaluran bantuan.

“Kami terus bekerja agar tidak ada satu pun masyarakat terdampak yang terlewat dalam pendataan. Seluruh OPD mendapat atensi dari Bupati dan Wakil Bupati untuk bekerja secara maksimal demi memenuhi hak masyarakat,” ujar Ardi.

Selain itu, Pemkab Tapanuli Tengah terus membangun koordinasi intensif dengan pemerintah pusat agar bantuan lanjutan bagi masyarakat terdampak bencana dapat segera direalisasikan.

Ardi menjelaskan, Dana Tunggu Hunian merupakan bantuan yang diperuntukkan bagi biaya sewa atau kontrak rumah sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal atau mengalami kerusakan rumah berat akibat bencana.

“Kami berharap masyarakat tetap bersabar dan tidak mudah terprovokasi. Pemerintah terus berupaya mempercepat seluruh proses penyaluran bantuan,” katanya.

Ia menambahkan, penyaluran DTH bagi kecamatan terdampak lainnya akan segera dilaksanakan setelah jadwal resmi disusun bersama BRI selaku bank penyalur.

Salah seorang penerima manfaat, Bernad Roberto Tambunan, warga Lingkungan IV, Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya.

“Terima kasih kepada Bapak Bupati dan Wakil Bupati Tapanuli Tengah serta BRI yang telah membantu kami. Bantuan ini sangat berarti dan memudahkan kami memenuhi kebutuhan tempat tinggal sementara selama proses pemulihan,” ungkap Bernad.

Penyaluran Dana Tunggu Hunian tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat terdampak sekaligus mendukung percepatan pemulihan kehidupan warga pascabencana di Kabupaten Tapanuli Tengah. (*).