Wartawan Alami Intimidasi Usai Beritakan Dugaan Perjudian dan Minyak Konden

Wartawan Alami Intimidasi Usai Beritakan Dugaan Perjudian dan Minyak Konden

Wartawan Alami Intimidasi Usai Beritakan Dugaan Perjudian dan Minyak Konden

foto tangkap layar vidio SP di apit oknum TNI saat ia mengaku dipaksa berikan klarifikasi atas pemberitaannya, didalam sebuah mobil.

Deli Serdang, infosumut.co — Seorang jurnalis berinisial SP mengaku alami dugaan intimidasi setelah menerbitkan pemberitaan terkait dugaan praktik perjudian serta aktivitas minyak kondensat di wilayah Kabupaten Langkat, Sumtera Utara.

Peristiwa tersebut disebut terjadi pada April lalu saat SP berada disebuah kafe sekitaran wilayah hukum Polsek Medan Tembung.

Menurut pengakuannya, ia sempat mendapat tekanan dan perlakuan yang membuat dirinya merasa terancam setelah berita yang ditulisnya mulai tersebar luas.

Kronologi Kejadian

SP mengatakan awalnya dirinya melakukan peliputan terkait dugaan aktivitas perjudian dan distribusi minyak kondensat yang disebut-sebut berlangsung di beberapa wilayah di Kabupaten Langkat.

Tidak lama setelah pemberitaan tayang, SP mengaku mulai menerima sejumlah tekanan dari pihak yang tidak dikenal.

Ia menyebut situasi semakin menegangkan ketika dirinya didatangi beberapa oknum berbadan tegap dan langsung membawanya ketika sedang duduk disebuah kafe kupi sekitaran Wiliem Iskandar-Pancing-Tuasan, bak film "Laga Antar Geng Kejahatan Internasional".

“Saya hanya menjalankan tugas jurnalistik. Tapi setelah berita itu naik, saya merasa tidak ada yang salah, namun ada narasumber yang menghantar saya ke kafe itu, belakangan saya diculik ditengah keramaian, hingga mendapat tekanan dan intimidasi,” ujar SP kepada wartawan, Jumat (16/5/2026).

SP mengaku mengalami ketakutan dan berharap ada perlindungan hukum terhadap profesi wartawan yang menjalankan tugas peliputan di lapangan.

Dugaan Intimidasi

Menurut SP, tindakan yang dialaminya diduga berkaitan dengan pemberitaan mengenai dugaan praktik ilegal yang sedang ditelusuri.

"Setelah saya dipaksa ikut dan dimasukan ke mobil, didalam saya di apit dua pria berseragam TNI, disitu saya dipaksa membuat klarifikasi bahwa berita saya tidak benar, saya terpaksa mengikuti," ujar SP.

Namun hingga kini, belum ada keterangan resmi dari satuan terkait untuk dapat memastikan keterlibatan pihak tertentu dalam dugaan intimidasi tersebut.

Harapan Perlindungan Pers

Sejumlah rekan jurnalis di Sumatera Utara meminta aparat penegak hukum memberikan perhatian terhadap dugaan intimidasi tersebut, terkhusus kepada POM oknum yang melakukan intimidasi.

Dalam hal ini, suara keluar dari Ketua SMSI Deli Serdang, ia menilai kebebasan pers harus dijaga dan wartawan harus dapat bekerja tanpa tekanan.

“Kami berharap ada perlindungan terhadap jurnalis yang menjalankan tugas sesuai kode etik dan Undang-Undang Pers,” kata Heri Siswoyo.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak-pihak yang disebut dalam dugaan tersebut.

Kasus ini masih menunggu klarifikasi dan penelusuran lebih lanjut dari pihak aparat berwenang. (*).