UMKM Padangsidimpuan Siap Tembus Ritel Modern: Sinergi Pemerintah, Kadin, dan Alfamidi dalam Sosialisasi Kurasi Produk

UMKM Padangsidimpuan Siap Tembus Ritel Modern: Sinergi Pemerintah, Kadin, dan Alfamidi dalam Sosialisasi Kurasi Produk

UMKM Padangsidimpuan Siap Tembus Ritel Modern: Sinergi Pemerintah, Kadin, dan Alfamidi dalam Sosialisasi Kurasi Produk

Padangsidimpuan, infosumut.co - Semangat "Naik Kelas" menggema di Kota Padangsidimpuan saat puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berkumpul dalam acara Sosialisasi Pelatihan Manajemen Ritel dan Kurasi Produk.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) bersama Pemerintah Kota Padangsidimpuan ini bertujuan menciptakan jalur distribusi nyata bagi produk lokal untuk masuk ke jaringan ritel modern Alfamidi.

Acara dibuka olehKetua Kadin Padangsidimpuan, Julpan Tambunan, S.T., M.T., menekankan pentingnya komunikasi satu pintu.

Ia mengusulkan adanya pusat informasi (call center) kemitraan agar kendala teknis seperti standarisasi barcode tidak menjadi penghambat bagi para pelaku usaha.

Senada dengan hal tersebut, Plt. Kadis Perindag, Drs. Risman Kholid Harahap, yang hadir membacakan amanat Walikota Padangsidimpuan.

Dalam pidatonya, ia menegaskan bahwa kurasi adalah momentum bagi pelaku usaha untuk belajar meningkatkan standar.

​"Hari ini kita membuktikan bahwa produk UMKM kita punya potensi besar. Di balik satu kemasan, ada kerja keras dan mimpi keluarga. Kami minta Alfamidi bantu kami; dorong produk lokal ini agar bisa bersaing secara nasional," ujar Risman saat membuka acara secara resmi.

Pihak Alfamidi yang diwakili oleh Wahida Manyar Ginting dan Josua Sitindaon memaparkan bahwa peluang kolaborasi ini terbuka lebar dan bebas biaya masuk (listing fee). Namun, mereka memberikan catatan tegas mengenai standarisasi produk.

​"Kemasan tidak boleh lagi plastik bening biasa. Harus ada identitas, merek yang mudah diingat, dan barcode permanen agar bisa di-scan di kasir. Kami ingin produk Ibu-ibu semua punya daya tarik yang sama dengan produk nasional lainnya," jelas Wahida.

Josua Sitindaon menambahkan bahwa pihak Alfamidi berkomitmen memberikan pendampingan berkelanjutan.

"Kami tidak akan meninggalkan Bapak/Ibu. Setelah masuk rak, kita akan bedah penjualannya agar produknya laku keras. Kuncinya satu: administrasi harus cepat dan lengkap," tegasnya.

Tak hanya soal pemasaran, aspek perlindungan sosial juga menjadi sorotan.

Marianto Purba dari BPJS Ketenagakerjaan mengingatkan bahwa usaha yang naik kelas harus memiliki fondasi kokoh, termasuk jaminan sosial bagi pelakunya.

Sementara itu, Try Astri Wanita dari BPS Kota Padangsidimpuan memberikan wawasan berbasis data mengenai peluang ekonomi lokal yang bisa dimanfaatkan UMKM.

Sebanyak 30 pelaku UMKM yang hadir tampak antusias berinteraksi.

Salah satu audiens mempertanyakan durasi proses kurasi agar tidak terhambat oleh administrasi peserta lain.

Menanggapi hal tersebut, panitia dan pihak Alfamidi bersepakat untuk membentuk grup koordinasi intensif guna mempercepat proses integrasi produk ke toko-toko.

Kegiatan ditutup dengan seruan bersama yang menggetarkan ruangan: "UMKM Padangsidimpuan, Naik Kelas!".

Dengan adanya sinergi lintas sektor ini, produk-produk unggulan seperti keripik, sambal, dan olahan khas Sidempuan lainnya diharapkan segera tersedia di rak-rak ritel modern dalam waktu dekat.

​Pesan Utama: Kolaborasi ini membuktikan bahwa dengan pendampingan yang tepat dan standarisasi yang jelas, produk lokal mampu bersaing di pasar modern dan menjadi tulang punggung ekonomi kota. (*).