Pacific Partnership 2026 Perkuat Kesiapsiagaan Rumah Sakit melalui Simulasi Hospital Disaster Plan di RSUD FL Tobing Sibolga

Pacific Partnership 2026 Perkuat Kesiapsiagaan Rumah Sakit melalui Simulasi Hospital Disaster Plan di RSUD FL Tobing Sibolga

Pacific Partnership 2026 Perkuat Kesiapsiagaan Rumah Sakit melalui Simulasi Hospital Disaster Plan di RSUD FL Tobing Sibolga

Keterangan Foto: Wakapuskes TNI Laksamana Pertama TNI Dr. dr. R.M. Tjahja Nurrobi, M.Kes., Sp.OT(K) Hand., didampingi Mission Commander Pacific Partnership 2026 Capt. Robert Reyes, Dansatgas Latma Pacific Partnership 2026 Kolonel Laut (K) Dr. dr. Hisnindarsyah, S.E., M.Kes., Sp.OT(K) Hand., Danlanal Sibolga Letkol Laut (P) Haka Andinantha, M.Tr. Opsla., bersama unsur Forkopimda meninjau pelaksanaan Field Training Exercise (FTX) Hospital Disaster Plan (HDP) di RSUD FL Tobing Sibolga, Selasa (28/7/2026). Simulasi ini menjadi bagian dari Latihan Bersama Pacific Partnership 2026 untuk meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan rumah sakit dalam menghadapi situasi darurat dan bencana.

Sibolga, infosumut.co – Komitmen memperkuat sistem pelayanan kesehatan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana terus diwujudkan melalui Latihan Bersama (Latma) Pacific Partnership 2026. Salah satu agenda utamanya adalah pelaksanaan Field Training Exercise (FTX) Hospital Disaster Plan (HDP) yang digelar di RSUD FL Tobing Sibolga, Selasa (28/7/2026).

Kegiatan ini merupakan implementasi kerja sama kemanusiaan antara Indonesia dan negara-negara mitra Pacific Partnership dalam meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan, memperkuat koordinasi lintas instansi, serta menguji kesiapan rumah sakit menghadapi berbagai skenario kedaruratan dan bencana.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakapuskes TNI Laksamana Pertama TNI Dr. dr. R.M. Tjahja Nurrobi, M.Kes., Sp.OT(K) Hand., Mission Commander Pacific Partnership 2026 Capt. Robert Reyes, Dansatgas Latma Pacific Partnership 2026 Kolonel Laut (K) Dr. dr. Hisnindarsyah, S.E., M.Kes., Sp.OT(K) Hand., Danlanal Sibolga Letkol Laut (P) Haka Andinantha, M.Tr. Opsla., Wakil Bupati Tapanuli Tengah Mahmud Effendi Lubis, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Sibolga Josua Hutapea, S.Sos., mewakili Wali Kota Sibolga, unsur TNI, pimpinan rumah sakit, PERSI, serta tenaga kesehatan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Apel Kesiapsiagaan yang dipimpin Dansatgas Latma Pacific Partnership 2026 bersama Mission Commander Pacific Partnership 2026. Apel tersebut menjadi simbol kesiapan seluruh personel sebelum memasuki simulasi penanganan bencana di lingkungan rumah sakit.

Dalam simulasi, peserta memperagakan berbagai skenario penanganan korban, mulai dari evakuasi menggunakan metode slope, penyelamatan korban dari ruangan yang mengalami kebakaran, evakuasi menggunakan metode highline, hingga evakuasi pasien secara menyeluruh dari Instalasi Gawat Darurat (IGD). Seluruh tahapan dilakukan sesuai prosedur Hospital Disaster Plan, dengan mengedepankan kecepatan, ketepatan, keselamatan pasien, serta koordinasi antartim.

Wakapuskes TNI Laksamana Pertama TNI Dr. dr. R.M. Tjahja Nurrobi menegaskan bahwa latihan ini menjadi bagian penting dalam membangun sistem rumah sakit yang tangguh menghadapi bencana.

"Field Training Exercise Hospital Disaster Plan bukan sekadar simulasi, melainkan sarana untuk menguji kesiapan sistem, prosedur, dan sumber daya manusia dalam menghadapi situasi darurat. Pacific Partnership 2026 menjadi wadah berbagi pengetahuan, pengalaman, dan praktik terbaik antara tenaga kesehatan Indonesia dengan tim medis dari negara-negara sahabat. Dengan kolaborasi ini, kita berharap kapasitas penanggulangan bencana di rumah sakit akan semakin kuat dan pelayanan kepada masyarakat semakin optimal," ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan penanganan bencana tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh sinergi seluruh unsur, mulai dari tenaga kesehatan, TNI, pemerintah daerah, hingga mitra internasional.

"Kami berharap seluruh ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama latihan ini dapat diterapkan secara berkelanjutan di setiap fasilitas kesehatan. Dengan demikian, rumah sakit akan semakin siap memberikan pelayanan yang cepat, tepat, aman, dan profesional ketika menghadapi bencana maupun keadaan darurat lainnya," tambahnya.

Setelah simulasi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan evaluasi bersama untuk menilai efektivitas pelaksanaan latihan sekaligus menyempurnakan prosedur Hospital Disaster Plan di lingkungan rumah sakit. Evaluasi ini menjadi langkah penting dalam memperkuat sistem kesiapsiagaan dan meningkatkan kemampuan respons seluruh personel.

Melalui Field Training Exercise Hospital Disaster Plan, Latma Pacific Partnership 2026 tidak hanya mempererat kerja sama internasional di bidang kesehatan dan kemanusiaan, tetapi juga memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kapasitas rumah sakit di Indonesia. Diharapkan, hasil latihan ini mampu memperkuat kesiapan fasilitas kesehatan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat pada saat terjadi bencana maupun keadaan darurat.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar serta menjadi bukti nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan negara-negara sahabat dalam membangun sistem kesehatan yang tangguh dan berdaya saing menghadapi tantangan kemanusiaan di masa depan. (*).