Menjabat Belum Sebulan, Kapolda Sumut Ukir Tragedi Bentrok Berdarah Antar Kelompok Libatkan Warga Jadi Korban

Menjabat Belum Sebulan, Kapolda Sumut Ukir Tragedi Bentrok Berdarah Antar Kelompok Libatkan Warga Jadi Korban

Menjabat Belum Sebulan, Kapolda Sumut Ukir Tragedi Bentrok Berdarah Antar Kelompok Libatkan Warga Jadi Korban

gambar pelantikan dan pengambilan sumpah Kapolri Suyudi Ario Seto (1/10/26).

Tanjung Morawa, infosumut.co - Awal kepemimpinan pemegang tongkat Komando Polri Toba 1 disinyalir memprihatinkan, pasalnya diketahui belum genap sebulan menjabat, mantan pejabat Toba dua (2) yang baru saja dianugrahi bintang 2 oleh Kapolri sekaligus dipromosikan pada jabatan strategis sebagai Kapolda Sumut pada 8 Oktober 2026 lalu, potensi menjadi catatan kelam wilayah hukum Sumut. Kamtibmas proritas “Polri Bersama Masyarakat” terkesan diabai sebatas jorgan Kapolri baru.

Irjen Pol Sonny Irawan diketahui resmi menjabat dan tiba di Mapolda Sumut pada Kamis, 8 Oktober 2026, menggantikan pejabat sebelumnya Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto.

Termaktub pada mutasi dan penunjukan yang tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 yang diterbitkan, tertanggal 2 Oktober 2026 oleh Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto.

Entah sabotase penjatuhan kredibilitas kepemimpinan Korps Bhayangkara atas Irjen Sony yang notabane mantan Wakapolda Sumut sebelumnya dan tentu sedikit-banyak ketahui seluk beluk wilayah hukum Polda Sumut, utamanya Deli Serdang yang tepat Mako Poldanya sewilayah.

Dan atau apapun motif terselubung belum dapat diterjemahkan oleh keadaan apasaja. Yang pasti, kuat dugaan monitoring Direktorat Intel Polda Sumut dan Jajaran Poresta Deli Serdang "pandangan kabur" atas insiden bentrok berdarah antar kelompok yang menewaskan salah satu pentolan kelompok dan menyerat korban warga tak berdosa pengguna jalan dan kerugian materi warga sekitar kejadian.

Aksi dugaan bentrok berdarah antar kelompok hingga disebut-sebut korban tewas akibat leher kiri ditembus proyektil berikut sejumlah warga turut menjadi korban ini, patut menjadi tanggungjawab penuh Kapolda Sumut meski belum genap sebulan menjabat, oleh sebab itu dinilai patut mendapat evaluasi Kapolri yang juga baru menjabat dan berkomitmen merubah jorgan sebelumnya "Polri Presisi" menjadi "Polri Bersama Rakyat".

Titik insiden bentrok berdarah yang menimbulkan dampak korban masyarakat langsung dalam hitungan detik ini bukan suatu hal yang laik dianggap maklum dengan restorasi keadaan dengan pemulihan hak-hak masyarakat yang menjadi korban luka berat maupun ringan berikut materil lainnya.

Tragedi ini pun tak memerlukan komentar narasumber kredibel terkemuka tingkat daerah maupun nasional, namun pantas toreh sahutan serius oleh Kapolri, tanpa penentuan sikap dan pengambilkeputusan tegas terhadap dugaan lalai menjaga Kamtibmas di Daerah Sumut, maka jargon "Porli Bersama Masyarakat" dianggap kandas di bulan awal Kepemimpinan Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto.

Bahkan Presiden RI Prabowo Subianto dalam memutuskan tunjuk Suyudi Ario Seto menjadi Kapolri dan melantiknya, berpotensi lahirkan opini kebijakan Persiden RI tidak pro rakyat, kuat dugaan hanyalah "omon-omon" belaka. (*).