Lanal Sibolga dan Tim Pacific Partnership 2026 Perkuat Kesiapsiagaan Rumah Sakit
Lanal Sibolga dan Tim Pacific Partnership 2026 Perkuat Kesiapsiagaan Rumah Sakit
Keterangan Foto: Komandan Lanal Sibolga Letkol Laut (P) Haka Andinantha, M.Tr.Opsla., selaku Wakil Komandan Satuan Tugas (Wadansatgas) Latihan Bersama Pacific Partnership 2026 wilayah Sibolga–Tapanuli Tengah, menghadiri Workshop dan Simulasi Hospital Disaster Plan (HDP) di RSUD Dr. Ferdinand Lumbantobing Kota Sibolga bersama Direktur RSUD dr. Masdyana Doloksaribu, MARS, Laksamana Pertama TNI Dr. dr. Tjahja Nurrobi, M.Kes., serta delegasi Pacific Partnership 2026 dari Amerika Serikat, Australia, Kanada, Jerman, dan Singapura.
Lanal Sibolga dan Tim Pacific Partnership 2026 Perkuat Kesiapsiagaan Rumah Sakit melalui Workshop dan Simulasi Hospital Disaster Plan (HDP)
Sibolga, nfoSumut.co – Lanal Sibolga bersama Tim Pacific Partnership 2026 terus memperkuat kesiapsiagaan sektor kesehatan melalui Workshop dan Simulasi Hospital Disaster Plan (HDP) yang dilaksanakan di RSUD Dr. Ferdinand Lumbantobing Kota Sibolga. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Latihan Bersama (Latma) Pacific Partnership 2026 yang bertujuan meningkatkan kapasitas rumah sakit dalam menghadapi berbagai kondisi darurat dan bencana.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Direktur RSUD Dr. Ferdinand Lumbantobing Kota Sibolga, dr. Masdyana Doloksaribu, MARS, serta dihadiri Komandan Lanal Sibolga Letkol Laut (P) Haka Andinantha, M.Tr.Opsla., selaku Wakil Komandan Satuan Tugas (Wadansatgas) Latma Pacific Partnership 2026 wilayah Sibolga–Tapanuli Tengah. Hadir pula jajaran TNI, tenaga kesehatan, serta delegasi Pacific Partnership 2026 dari Amerika Serikat, Australia, Kanada, Jerman, dan Singapura.
Workshop menghadirkan narasumber berpengalaman, yaitu Laksamana Pertama TNI Dr. dr. Tjahja Nurrobi, M.Kes., Prof. Azharuddin, Sp.OT., dan dr. Hendro Wartatmo, Sp.B-KBD. Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai penyusunan dan implementasi Hospital Disaster Plan (HDP), sistem komando rumah sakit saat bencana, koordinasi lintas sektor, hingga simulasi penanganan korban pada situasi kedaruratan.
Dalam paparannya, Laksamana Pertama TNI Dr. dr. Tjahja Nurrobi, M.Kes. menegaskan bahwa setiap rumah sakit harus memiliki perencanaan penanggulangan bencana yang matang agar mampu memberikan pelayanan secara optimal ketika menghadapi kondisi darurat.
"Hospital Disaster Plan bukan hanya sebuah dokumen, tetapi merupakan pedoman operasional yang harus dipahami dan dilaksanakan oleh seluruh unsur rumah sakit. Kesiapsiagaan, koordinasi, komunikasi, dan latihan yang berkelanjutan menjadi kunci agar pelayanan kesehatan tetap berjalan efektif saat terjadi bencana. Dengan kesiapan yang baik, rumah sakit akan mampu menyelamatkan lebih banyak nyawa," ujarnya.
Sementara itu, Komandan Lanal Sibolga Letkol Laut (P) Haka Andinantha mengatakan, pelaksanaan workshop dan simulasi ini menjadi bukti nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, rumah sakit, dan negara-negara sahabat dalam memperkuat sistem kesehatan dan kesiapsiagaan bencana di daerah.
"Pacific Partnership 2026 merupakan wujud nyata kerja sama kemanusiaan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Melalui Workshop dan Simulasi Hospital Disaster Plan ini, kami berharap tenaga kesehatan memperoleh pengetahuan dan pengalaman baru sehingga semakin siap menghadapi berbagai kondisi darurat maupun bencana. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, rumah sakit, dan negara-negara mitra akan terus kami perkuat demi meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Sibolga dan Tapanuli Tengah," ujar Letkol Laut (P) Haka Andinantha.
Ia menambahkan, sebagai Wakil Komandan Satuan Tugas (Wadansatgas) Latma Pacific Partnership 2026, Lanal Sibolga berkomitmen mendukung seluruh rangkaian kegiatan agar berjalan aman, lancar, dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Direktur RSUD Dr. Ferdinand Lumbantobing, dr. Masdyana Doloksaribu, MARS, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, Workshop dan Simulasi HDP menjadi momentum penting untuk meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan serta memperkuat kesiapan rumah sakit dalam menghadapi berbagai potensi bencana.
Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh tenaga kesehatan dan unsur pendukung di RSUD Dr. Ferdinand Lumbantobing semakin memahami peran dan tanggung jawab masing-masing dalam penerapan Hospital Disaster Plan (HDP), sehingga mampu memberikan pelayanan yang cepat, tepat, aman, dan terkoordinasi dalam setiap situasi kedaruratan.
Workshop dan Simulasi Hospital Disaster Plan menjadi salah satu rangkaian kegiatan Pacific Partnership 2026 di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah yang menitikberatkan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan kerja sama internasional, serta kesiapsiagaan menghadapi bencana demi terwujudnya pelayanan kesehatan yang tangguh dan profesional. (*).
Komentar via Facebook