Jalan Galang Rusak Bertahun-Tahun Akibat Truk Overload, Akhirnya Rp14,8 Miliar digelontorkan Bobby

Jalan Galang Rusak Bertahun-Tahun Akibat Truk Overload, Akhirnya Rp14,8 Miliar digelontorkan Bobby

Jalan Galang Rusak Bertahun-Tahun Akibat Truk Overload, Akhirnya Rp14,8 Miliar digelontorkan Bobby

Galang, infosumut.co – Setelah bertahun-tahun dikeluhkan warga akibat kerusakan parah yang diduga dipicu lalu lalang truk pengangkut tanah bermuatan berlebih, ruas Jalan Provinsi Tanah Abang–Galang hingga perbatasan Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) akhirnya akan mendapat perbaikan menyeluruh.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi dan Cipta Karya mengalokasikan anggaran sebesar Rp14,8 miliar untuk pekerjaan Peningkatan Struktur Jalan Provinsi Ruas Tanah Abang–Galang–Batas Sergai di Kabupaten Deli Serdang.

Selama ini, kondisi jalan tersebut menjadi sorotan masyarakat karena banyak titik mengalami kerusakan berat, mulai dari berlubang, bergelombang hingga membahayakan keselamatan pengguna jalan. 

Warga menilai kerusakan terjadi akibat tingginya intensitas kendaraan berat, khususnya truk pengangkut tanah dan material yang kerap melintas dengan muatan melebihi kapasitas jalan.

Berdasarkan data pengadaan, proyek tersebut memiliki pagu anggaran sebesar Rp15 miliar dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) Rp14,99 miliar. Pekerjaan dimenangkan oleh PT Cipta Karya Nusantara, perusahaan yang beralamat di Jalan Kesehatan Gang Sakti No. 19, Kota Medan, dengan nilai kontrak sekitar Rp14,8 miliar.

Tokoh masyarakat Galang, H. Nurdin Barus, menyambut baik terealisasinya proyek yang telah lama dinantikan warga. Namun, ia mengingatkan bahwa perbaikan jalan harus diikuti pengawasan ketat terhadap kendaraan bertonase berlebih agar kerusakan tidak kembali terulang.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga jalan yang nantinya sudah diperbaiki. Kepada para pelaku usaha tanah timbun maupun pasir sungai, kami berharap muatan kendaraan disesuaikan dengan kapasitas agar tidak kembali merusak jalan yang dibangun menggunakan anggaran negara,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Sipoda itu mengungkapkan, sebelum adanya kepastian perbaikan, sempat berkembang wacana di tengah masyarakat untuk melakukan aksi penutupan jalan sebagai bentuk protes terhadap kondisi ruas yang rusak parah.

“Beberapa waktu lalu muncul ajakan dari warga untuk menutup jalan dengan mendirikan pentas di badan jalan, terutama di kawasan Lingkungan IV Kelurahan Galang. Kekecewaan masyarakat sudah sangat besar karena jalan itu setiap hari dilalui dan kondisinya terus memburuk. Namun setelah ada kabar perbaikan ini, masyarakat memilih menunggu realisasi pekerjaan tersebut,” katanya.

Dengan dimulainya proyek peningkatan struktur jalan ini, masyarakat berharap akses transportasi dari Galang, Tanah Abang hingga perbatasan Sergai dapat kembali lancar, aman, dan nyaman. 

Perbaikan tersebut juga diharapkan mampu mendukung mobilitas warga serta memperlancar distribusi hasil pertanian dan aktivitas perekonomian di kawasan tersebut. (*).