Hari Mangrove Sedunia, Delegasi Pacific Partnership 2026 Tanam 1.200 Bibit Mangrove di Muara Siput

Hari Mangrove Sedunia, Delegasi Pacific Partnership 2026 Tanam 1.200 Bibit Mangrove di Muara Siput

Hari Mangrove Sedunia, Delegasi Pacific Partnership 2026 Tanam 1.200 Bibit Mangrove di Muara Siput

Keterangan Foto: Wakil Kepala Pusat Kesehatan (Wakapuskes) TNI Laksamana Pertama TNI Tjahja Nurrobi bersama Komandan Satgas Pacific Partnership 2026 Kolonel Laut (K) Hisnindarsyah, Komandan Lanal Sibolga Letkol Laut (P) Haka Andinantha, M.Tr. Opsla., delegasi dari Indonesia, Amerika Serikat, Jerman, Kanada, Australia, dan Singapura, serta unsur TNI, mahasiswa, pelajar, dan GABEMA menanam 1.200 bibit mangrove di kawasan Hutan Mangrove Muara Siput, Desa Labuhan Angin, Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah, Minggu (26/7/2026), dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia sekaligus mendukung pelaksanaan Latihan Bersama Pacific Partnership 2026. Peserta Latma Pacific Partnership 2026 Tanam 1.200 Bibit Mangrove, Wujud Nyata Kepedulian Lingkungan.

Hari Mangrove Sedunia, Delegasi Pacific Partnership 2026 Tanam 1.200 Bibit Mangrove di Muara Siput Perkuat Kolaborasi Enam Negara

Tapreng, infosumut.co – Memasuki hari keenam pelaksanaan Latihan Bersama (Latma) Pacific Partnership 2026 (PP 26), delegasi dari enam negara, yakni Indonesia, Amerika Serikat, Jerman, Kanada, Australia, dan Singapura, melaksanakan aksi penanaman 1.200 bibit mangrove di kawasan Hutan Mangrove Muara Siput, Desa Labuhan Angin, Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah, Minggu (26/7/2026).

Kegiatan yang dipimpin oleh Wakil Kepala Pusat Kesehatan (Wakapuskes) TNI Laksamana Pertama TNI Tjahja Nurrobi ini turut dihadiri Komandan Satgas Pacific Partnership 2026 Kolonel Laut (K) Hisnindarsyah dan Komandan Lanal Sibolga Letkol Laut (P) Haka Andinantha, M.Tr. Opsla. Sebanyak lebih dari seratus peserta yang terdiri dari personel TNI, delegasi Pacific Partnership 2026, mahasiswa, pelajar, serta organisasi GABEMA, bersama-sama menanam bibit mangrove sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan pesisir.

Kegiatan tersebut merupakan salah satu agenda penting dalam rangkaian Pacific Partnership 2026 dan bertepatan dengan peringatan Hari Mangrove Sedunia yang diperingati setiap 26 Juli. Penanaman mangrove menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga ekosistem pesisir sekaligus memperkuat kerja sama internasional di bidang kemanusiaan dan pelestarian lingkungan.

Dalam keterangannya, Wakapuskes TNI Laksma TNI Tjahja Nurrobi mengatakan bahwa mangrove memiliki peran penting dalam melindungi kawasan pesisir dari abrasi, menjaga keseimbangan ekosistem, serta menjadi simbol persaudaraan dan kolaborasi antarnegara.

"Secara simbolis, mangrove ini adalah lambang persaudaraan, kolaborasi, dan kerja sama antara Indonesia dengan Amerika Serikat melalui US Navy serta negara-negara sahabat yang tergabung dalam Pacific Partnership. Kami berharap mangrove yang ditanam hari ini dapat tumbuh dengan baik sehingga semangat kebersamaan ini terus terjaga," ujarnya.

Sementara itu, Komandan Lanal Sibolga Letkol Laut (P) Haka Andinantha, M.Tr. Opsla. menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya kegiatan tersebut.

"Alhamdulillah cuaca sangat mendukung sehingga kegiatan berjalan dengan aman dan lancar. Terima kasih kepada seluruh unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, mahasiswa, pelajar, dan GABEMA yang telah bersinergi menyukseskan kegiatan ini. Semoga kolaborasi yang terbangun melalui Pacific Partnership terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta lingkungan," ungkap Danlanal.

Pacific Partnership merupakan latihan kemanusiaan multinasional terbesar di kawasan Indo-Pasifik yang pertama kali digelar pada tahun 2004 sebagai respons terhadap bencana tsunami Aceh. Indonesia telah delapan kali menjadi tuan rumah kegiatan ini. Rencana pelaksanaan di wilayah Sibolga dan Tapanuli Tengah yang sempat tertunda akibat pandemi Covid-19 akhirnya dapat terlaksana pada tahun 2026, membawa semangat kerja sama internasional dalam bidang kesehatan, penanggulangan bencana, serta pelestarian lingkungan. (*).