Gandeng Mitra China dan Adhi Industri, Waskita Beton Precast Bidik Optimalisasi Aset Cibitung
Gandeng Mitra China dan Adhi Industri, Waskita Beton Precast Bidik Optimalisasi Aset Cibitung
Jakarta, infosumut.co — PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) menggandeng Hunan Jiangong Concrete Co., Ltd. asal China dan PT Adhi Industri untuk mengoptimalkan pemanfaatan Precast Plant WSBP Cibitung, Jawa Barat. Kolaborasi ini diarahkan untuk meningkatkan produktivitas fasilitas sekaligus membuka peluang pendapatan baru berbasis aset.
Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) oleh ketiga pihak pada Oktober 2026. Kesepakatan ini menjadi tahap awal penjajakan sejumlah skema kerja sama, mulai dari penyewaan fasilitas, kerja sama operasional, hingga kemitraan strategis lainnya.
Kepala Divisi Corporate Secretary WSBP, Fandy Dewanto, mengatakan optimalisasi tersebut merupakan upaya perusahaan menciptakan nilai tambah melalui pemanfaatan aset secara lebih produktif.
Menurutnya, pembahasan bersama kedua mitra diharapkan menghasilkan skema kerja sama yang tepat, dengan mempertimbangkan kapabilitas, kebutuhan, serta kepentingan masing-masing pihak.
Precast Plant WSBP Cibitung memiliki kapasitas produksi hingga 325.000 ton per tahun. Fasilitas ini mampu menghasilkan berbagai produk beton pracetak, antara lain PC-I Girder, Full Slab, Square Pile, dan Corrugated Concrete Sheet Pile (CCSP).
Sepanjang operasionalnya, fasilitas tersebut telah memasok produk beton pracetak untuk sejumlah proyek infrastruktur strategis nasional, termasuk Tol Batang–Semarang, Tol Bekasi–Cawang–Kampung Melayu, serta Tol Cimanggis–Cibitung.
Keterlibatan Hunan Jiangong Concrete Co., Ltd., yang bergerak di bidang konstruksi bangunan, infrastruktur jalan dan jembatan, serta produksi beton siap pakai, bersama PT Adhi Industri di sektor konstruksi dan industri, diharapkan membuka peluang kolaborasi yang saling melengkapi.
Bagi WSBP, langkah ini menjadi bagian dari strategi meningkatkan efektivitas penggunaan aset yang dimiliki, sekaligus menjajaki potensi pendapatan dari fasilitas produksi yang dapat dimanfaatkan melalui kemitraan.
Meski demikian, penandatanganan MoU tersebut masih merupakan tahap penjajakan. Bentuk kerja sama final akan ditentukan melalui pembahasan lebih lanjut antara para pihak.
WSBP menegaskan bahwa pelaksanaan optimalisasi aset tetap mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance), kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku, serta prinsip kehati-hatian.
Melalui strategi tersebut, perusahaan berharap aset produksi tidak hanya memiliki kapasitas teknis yang besar, tetapi juga mampu memberikan kontribusi ekonomi yang lebih optimal dan berkelanjutan bagi perusahaan. (*).
Komentar via Facebook