Dokter Prajurit, Mengabdi dengan Ilmu dan Kemanusiaan

Dokter Prajurit, Mengabdi dengan Ilmu dan Kemanusiaan

Dokter Prajurit, Mengabdi dengan Ilmu dan Kemanusiaan

Jakarta, infosumut.co — Menjaga negara tidak selalu dilakukan dengan senjata. Bagi Brigadir Jenderal TNI Dr. dr. Jonny, Sp.PD-KGH, M.Kes., M.M., DCN, DABRM, FISN, pengabdian kepada bangsa juga diwujudkan melalui ilmu kedokteran dan perjuangan menyelamatkan kehidupan.

Lahir di Garut, 13 April 1970, Brigjen TNI Jonny menempuh perjalanan panjang sebagai prajurit, dokter, akademisi, sekaligus peneliti. Lulusan terbaik Sepa PK ABRI Angkatan IV 1996/1997 di Akademi Militer Magelang itu mengawali tugas sebagai dokter batalyon di lingkungan Kostrad.

Ia bertugas di Yonif 515/9/2 Kostrad, Jember, dan Yonif 514/9/2 Kostrad, Bondowoso. Pengabdiannya juga membawanya dalam Operasi Pengamanan Perbatasan Papua pada 2000 serta pengamanan objek vital nasional di Papua pada 2002.

Di bidang kedokteran, Brigjen TNI Jonny menekuni Ilmu Penyakit Dalam dan menjadi konsultan Ginjal Hipertensi. Ia juga meraih Magister Kesehatan, Magister Manajemen serta pendidikan doktoral, disertai berbagai pendidikan dan sertifikasi profesional.

Kariernya di RSPAD Gatot Soebroto terus berkembang, mulai dari dokter konsultan Ginjal Hipertensi, Kepala Sub SMF, Kepala Departemen Penyakit Dalam, hingga Direktur Pengembangan dan Riset. Sejak 15 Agustus 2025, ia dipercaya sebagai Ketua Komite Medik RSPAD Gatot Soebroto.

Di bidang akademik, ia pernah menjadi Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Pertahanan dan sejak 2024 aktif sebagai dosen Fakultas Kedokteran Militer Universitas Pertahanan Indonesia.

Kecintaannya pada ilmu juga diwujudkan melalui penelitian di bidang penyakit ginjal, dialisis, hipertensi, terapi sel, imunoterapi hingga pendekatan regeneratif. Berdasarkan CV yang tersedia, tercatat 52 publikasi ilmiah dan 13 penelitian klinis atau ilmiah yang melibatkannya.

Pengabdiannya juga mendapat pengakuan melalui sejumlah tanda kehormatan, antara lain Satyalancana Kesetiaan XXIV Tahun, Bintang Kartika Eka Paksi Nararya dan Bintang Yudha Dharma Nararya.

Pada 2024, ia mengikuti Medical Strategic Leadership Program di US Army Medical Center of Excellence, San Antonio, Texas, Amerika Serikat, memperluas pengalamannya dalam kepemimpinan kesehatan militer.

Perjalanan Brigjen TNI Jonny menunjukkan bahwa pengabdian kepada Indonesia memiliki banyak wajah. Ada prajurit di medan tugas, dokter di ruang perawatan, akademisi di ruang kuliah, serta peneliti di laboratorium.

Dari medan pengabdian hingga dunia akademik, semuanya bermuara pada satu tujuan: menjaga kehidupan dan memberikan manfaat bagi bangsa. (*).