Diduga Curi Sepeda Motor, Pria Nyaris Tewas Diamuk Massa di STM Hilir

Diduga Curi Sepeda Motor, Pria Nyaris Tewas Diamuk Massa di STM Hilir

Diduga Curi Sepeda Motor, Pria Nyaris Tewas Diamuk Massa di STM Hilir

STM Hilir, infosumut.co – Seorang pria yang diduga terlibat dalam pencurian sepeda motor nyaris tewas setelah menjadi sasaran amukan massa di Dusun V Bintang Meriah, Desa Limau Mungkur, Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deli Serdang, Selasa (7/7/2026) malam.

Hingga Rabu (8/7/2026), identitas pria yang diperkirakan berusia sekitar 35 tahun tersebut belum diumumkan secara resmi oleh pihak kepolisian. Polisi juga masih mendalami keterlibatannya dalam dugaan tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Peristiwa bermula sekitar pukul 19.00 WIB saat satu unit sepeda motor Yamaha NMAX warna hitam-putih tanpa pelat nomor milik Ginting, warga Dusun I, Desa Negara Beringin, dilaporkan hilang dari kediamannya. Sepeda motor itu diketahui baru dibeli sekitar dua pekan sebelumnya.

Mengetahui kendaraannya raib, korban bersama warga langsung melakukan pencarian. Informasi mengenai dugaan pencurian dengan cepat menyebar hingga memicu ratusan warga dari sejumlah desa ikut melakukan pengejaran.

Sekitar dua kilometer dari lokasi kejadian, tepatnya di Desa Limau Mungkur, pria yang diduga sebagai pelaku disebut meninggalkan sepeda motor yang dibawanya lalu berusaha melarikan diri ke area perladangan yang gelap. Namun, pelariannya gagal setelah warga berhasil mengepung dan menangkapnya di kawasan persawahan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, pria tersebut sempat dibawa ke balai pertemuan Dusun V Bintang Meriah untuk dimintai keterangan oleh warga. Selanjutnya, ia dibawa kembali ke Desa Negara Beringin sebelum akhirnya diamankan personel Polsek Talun Kenas.

Situasi sempat memanas saat polisi tiba di lokasi. Massa yang emosi berusaha menghakimi pria tersebut sehingga petugas harus bekerja keras mengevakuasinya. Sekitar pukul 22.00 WIB, polisi akhirnya berhasil membawa pria itu keluar dari kerumunan untuk menjalani proses hukum.

Akibat menjadi sasaran amuk massa, pria tersebut mengalami luka cukup serius. Setelah mendapatkan penanganan awal di Puskesmas Talun Kenas, ia kemudian dirujuk ke RSU Sembiring Delitua untuk menjalani perawatan lebih lanjut.

“Lukanya cukup serius sehingga harus dirujuk ke rumah sakit di Delitua,” kata Kapolsek Talun Kenas, AKP Ronald P. Manullang, saat ditemui di Puskesmas Talun Kenas pada malam kejadian.

Warga Resah, Curanmor Kian Marak

Peristiwa ini kembali memicu keresahan masyarakat terhadap maraknya kasus pencurian kendaraan bermotor di wilayah Kecamatan STM Hilir.

Sejumlah warga menduga aksi pencurian yang berulang kali terjadi bukan dilakukan secara spontan, melainkan telah direncanakan dengan terlebih dahulu mengamati sasaran. Meski demikian, dugaan tersebut masih harus dibuktikan melalui proses penyelidikan kepolisian.

Menurut keterangan warga, kasus kehilangan sepeda motor sudah beberapa kali terjadi, bahkan di lokasi yang tergolong ramai seperti di depan warung kopi. Waktu kejadiannya pun bervariasi, mulai pagi, siang, sore hingga malam hari.

Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah warga dilaporkan menjadi korban curanmor, di antaranya seorang pengusaha kedai kopi, pemilik warung kopi, karyawan PT JJAA, hingga karyawan PKS PT LAB.

Warga juga mengungkapkan masih ada korban yang memilih tidak melaporkan kehilangan kendaraannya ke polisi karena menganggap proses pelaporan cukup panjang. Akibatnya, tidak seluruh kasus tercatat sebagai laporan resmi sehingga angka kejadian yang sebenarnya diduga lebih tinggi daripada data yang tercatat.

Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara utuh peristiwa tersebut, termasuk memastikan identitas pria yang diamankan serta mengumpulkan alat bukti guna menentukan ada atau tidaknya unsur tindak pidana sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aksi main hakim sendiri dan menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada aparat penegak hukum. (*).