Angkat Isu Transportasi Rendah Emisi, Mahasiswa USU Muaz Alfattah Raih Juara 1 Olimpiade Jurnalis Muda 2026

Angkat Isu Transportasi Rendah Emisi, Mahasiswa USU Muaz Alfattah Raih Juara 1 Olimpiade Jurnalis Muda 2026

Angkat Isu Transportasi Rendah Emisi, Mahasiswa USU Muaz Alfattah Raih Juara 1 Olimpiade Jurnalis Muda 2026

Medan, infosumut.co – Kepedulian terhadap persoalan transportasi perkotaan mengantarkan Muaz Alfattah Fadhani, mahasiswa Ilmu Komputer Universitas Sumatera Utara (USU), meraih Juara 1 Olimpiade Jurnalis Muda 2026.

Muaz memenangkan kompetisi tersebut melalui karya jurnalistik mendalam berjudul “Dari Halte ke Harapan: Jalan Panjang Mebidang Menuju Kota Rendah Emisi”. Liputannya mengulas perkembangan transportasi publik berbasis Bus Rapid Transit (BRT) Mebidang sekaligus menyoroti tantangan mewujudkan sistem mobilitas rendah emisi di kawasan Medan, Binjai, dan Deli Serdang.

Karya tersebut tidak sekadar mengangkat pembangunan transportasi, tetapi juga menempatkan angkutan umum sebagai persoalan pelayanan publik yang berkaitan langsung dengan akses pendidikan, pekerjaan, biaya perjalanan, kenyamanan, hingga kualitas hidup masyarakat.

Dalam proses peliputannya, Muaz menggunakan pendekatan jurnalistik investigatif dan mendalam melalui observasi lapangan, wawancara, analisis data, infografis, serta perspektif pengguna transportasi. Berbagai aspek tersebut digunakan untuk mengurai peluang dan hambatan pengembangan transportasi publik yang lebih ramah lingkungan.

Menurut sudut pandang yang diangkat dalam karya tersebut, keberhasilan transportasi rendah emisi tidak cukup diukur dari pembangunan infrastruktur. Ketersediaan armada, kualitas fasilitas, ketepatan layanan, kemudahan akses, serta kebutuhan penumpang juga menjadi faktor penting yang harus diperhatikan.

Capaian Muaz sekaligus memperlihatkan bagaimana mahasiswa dapat mengambil peran dalam mengawal isu pembangunan melalui jurnalisme berbasis data dan kepentingan publik.

Di luar aktivitas akademiknya, mahasiswa Ilmu Komputer USU ini aktif sebagai jurnalis mahasiswa di Badan Otonom Pers Mahasiswa Wacana. Ia juga mendirikan Transgo Medan, komunitas pemuda yang bergerak dalam edukasi publik, advokasi, dan kampanye mobilitas berkelanjutan.

Pada 2026, Muaz turut mengikuti Bootcamp Future Leaders in Sustainable Transport yang diselenggarakan WRI Indonesia. Ia juga terpilih sebagai delegasi Kota Medan dalam program Youth City Changers yang berfokus pada kepemimpinan pemuda dan pembangunan perkotaan.

Latar belakang ilmu komputer yang dimilikinya menjadi modal tersendiri dalam memadukan teknologi, riset, dan jurnalistik untuk membedah persoalan perkotaan. Melalui pendekatan tersebut, isu transportasi tidak hanya disampaikan sebagai wacana pembangunan, tetapi juga ditelusuri berdasarkan data, kondisi lapangan, dan pengalaman masyarakat.

Penghargaan Juara 1 Olimpiade Jurnalis Muda 2026 menjadi pengakuan atas karya jurnalistik Muaz sekaligus membuka ruang perhatian lebih luas terhadap masa depan transportasi publik di kawasan Mebidang.

Tantangan berikutnya adalah memastikan isu tersebut terus dikawal melalui peliputan berkelanjutan, pemeriksaan perkembangan kebijakan, serta penelusuran kualitas layanan yang dirasakan masyarakat.

Sebab, transportasi publik yang baik bukan semata tentang bagaimana warga berpindah dari satu tempat ke tempat lain, melainkan bagaimana kota menghadirkan akses mobilitas yang terjangkau, nyaman, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat. (*).